Selasa, 28 Juli 2009

Aku Padamu

Kenapa aku cemburu padamu?
Kamu bukan siapa-siapa aku.
Dan aku tahu sampai matahari terbenam kamu tak'kan aku miliki.
Melìhatmu tertawa bersama Cintamu,dikejauhan aku sembunyikan pedihku.
Aku tak kuasa sampaikan hatiku.
Mungkin kamu hanya menganggap aku tak lebih dari gurauan dihari kemarin.
Tapi aku benar cinta.
Tak wajar bila kualami inh padamu.
read more

Jumat, 10 Juli 2009

Bila Aku Jatuh Cinta...

Mungkin kemarin aku begitu merasa tak puas dalam hati karena senyummu.Seperti tak ada keindahan lagi yang mampu menandingi perasaanku.Namun kala tak aku mendapati dirimu di episode hariku,aku pun ingin berteriak agar kau dengar suaraku untuk menikmati senyummu.
Aku mengerti saat pagi kau di bawah dingin bersama cintamu dan aku hanya tersenyum pula melayangkan senyumanmu ke hatiku.Berlalu aku mengikuti angin dan hayalan andai dia aku.
Kemudian akupun temukan ragamu yang semalam aku impikan.
Kata orang,cinta itu menjadikan malu ketika bertemu.
Aku pun dengar,dan aku malu saat terpaksa melihat kamu berjalan dimataku.
Aku berpaling,sembunyilah aku dalam bunga-bunga hati yang mewangi oleh mata tajammu.
Aku selalu berdo'a agar pagi antarkan aku dengan rinduku untuk menyaksikan anugerah indahmu.
Melengkunglah pelangi di bibir ini dan terucap aku ingin selalu ada walau hanya melihat senyummu dari jauhnya hatiku.
Aku tinggalkan sesalku saat pukul 4 sore.Aku sadar esok tak aku dapati lagi senyummu.
Bukan hanya esok,tapi untuk sepanjang umurku.
Ya,aku tak'kan miliki adamu untuk melukis cinta ditemaram hatiku.
Tapi,aku belum selesai merangkai bunga namamu di gulitanya malam.
Untuk melengkapi bulan pula bintang.
Aku pernah berharap bisa rasakan darimu padaku.
read more

Selasa, 07 Juli 2009

Jatuh Cinta Lagi

Getaran senyummu sampaikan aku tersipu disimpan wajahku.
Senyum ini akibat dari bibirmu yang menyungging menjadikan matamu menyipit sehingga aku rindu pipimu.
Sayang aku tak punya daya menyentuh tanganmu.
Saat ingin aku sampaikan,aku luluh lantas aku mundur untuk tak dapat kau gapai.
Aku jauh darimu,aku semakin puas melihat rambutmu.
Hari terlalu mejadikan aku ragu akan permainan ini.
Kau pergi karenaku.
Mungkin karenaku hanya diam.
read more

Rabu, 01 Juli 2009

Mungkin aku tak'kan bisa jalani hidup ini bila aku terus beringin-ingin. Aku akan jatuh dan tanpa malu-malunya untuk bangun lagi. Membangun kesempurnaan yang memang tak aku miliki. Mencoba untuk sejajar dengan anak-anak yang mengirikan mata ini. Mahal?Pastinya. Aku tercipta dari kesederhanaan. Tapi kenapa hidupku tak sederhana? Atau aku yang rumitnya minta ampun untuk membuat kisah hidupku berwarna cerah? Yah...paling ngga,ngga kusam mulu. Ada birunya kek,ijonya kek,ungu kek,ato pink juga ngga apa. Malam ini aku ngga pengin tidur bukan karena belum ngantuk. Tapi ingin normalnya hari-hariku. Bangun pagi,kuliah,kerja part time,di rumah sama keluarga,makan tanpa harus mikir ini-itu. Tapi itu semua entah kapan ada di halaman muka harianku. Realitanya, aku bangun paling pagi jam 8.30an. Mikir,sarapan apa hari ini? Besok ajalah nyuci bajunya. Mandi ngga ya? Ke pasar jalannya males,tapi di mana lagi ada makanan enak selain di pasar? Ke Mall,kepagian kali... Jam 12,tidur lagi. Dua jam kemudian,ngga ada agenda lunch! Mandi,pake seragam. Brangkat kerja. Jam 4 sore-12 malem berkutat dengan semua panel2 mesin. Mengukur ini-itu,hitung itu-ini. Dengerin omongan2 ngga penting. Sungguh MONOTON. Aku ngga bisa ketawa!!! Aku kangen buku tulis,pensil,penggaris,modul-modul. Tapi aku harus jalani ini untuk sesuatu yang tak pasti. Meskipun telah aku patri dalam jiwaku,aku menjadi GURU!! Bukan Karyawan Pabrik!! 1tahun di sini bila terus begini tanpa ada inovasi,lebih baik aku putar haluan. Bila terlanjur telah kulangkahi awal tahun kedua,semoga lebih indah bukan semua semakin suram. Atau aku paksakan untuk tersenyum. Merasakan jauhnya mimpiku yang begitu aku mimpikan dari kecil. Bukan dari kecil dari aku sadar betapa menyenangkan dilingkungan berbuku. Hidupku,Mimpiku,Masa depanku,Aku. Aku bukan pangeran. Tapi juga tak'n jadi pangeran. Aku sendiri. Tanpa semuanya yang membuat aku ketawa. Aku pun tak ingin seperti ini. "Mengapa...aku begini...jangan kau...mempertanyakan...(naif-posesif ". Ngomong apa lagi ya?

Judulnya?
read more