Senin, 27 Februari 2012

KEMARIN ( BODOH )

                      Kemarin adalah hari Minggu. Hari libur yang membuatku benar-benar merasakan betapa bodohnya aku. Pukul setengah tujuh aku baru bangun tidur dan langsung membuka Laptopku. Tak ada yang istimewa status-status di Facebook minggu pagi itu. Aku merasakan dadaku masih terasa sesak. Sama seperti bangun tidur yang lainnya. Aku ingin memeriksanya ke Dokter. Sebenarnya apa yang aku idap dalam dadaku, sehingga aku terasa seperti tertindih puluhan ton. Aku pasang saja statusku pagi itu dengan kalimat yang sedikit menggambarkan kondisi dan hasrat terpendamku. “ Minggu Pagi Yang Tidak Sehat “ Ini bukanlah ayang pertama tapi sudah entah ke berapa setelah aku menghapus lalu menuliskan kalimat berbeda lalu menghapus lagi lalu menulis lagi. Hingga aku merasakan kalau kalimat itu adalah yang pantas untuk aku tulis. Setidaknya ada yang bisa memahami sehingga ada yang komentar atau hanya sekedar klik tanda jempol sebagai tanda suka.
Ternyata apa yang kita tulis di pagi hari itu benar-benar mensugesti diri kita kalau itu lah yang akan kita rasakan selama menjalani hari itu. Sebagai contoh, ketika dulu aku menulis kalimat “ Aku bahagia pagi ini “ secara tidak sadar, aku mendapati banyak hal yang membuat aku terus merasakan kalau aku itu tidak pantas untuk bersedih. Masih banyak kalimat-kalimat positif lain yang pernah aku pasang di status FB dan aku merasakannya sepanjang pagi itu. Termasuk kalimat yang aku pasang di pagi kemarin. Sepanjang hari kemarin, aku merasakn tidak sehat. Benar-benar tidak sehat, aku sakit < jiwa >.
Aku tetap menjalankan rencanaku untuk pulang ke rumah. Tapi sebelumnya aku memberakan terlebih dahulu barang-barangku yang setidaknya bisa aku bawa pulang. Karena semester besok, aku ingin tidak lagi di tempat itu. tidak lagi di tempat yang aku sendiri tidak punya hak untuk tinggal di sana. Aku merasa sebagai parasit di sana.
Berjalan kaki diantara deru mobil dan motor menuju perempatan adalah hal yang kadang menyebalkan, kadang menyenangkan. Tapi aku coba untuk membuat menyenangkan. Angap saja aku sedang backpacker-an. Tapi tidak, ada sedikit malu di sini. Masalahnya, ini masih daerah Purwokerto dan masih dilalui banyak mahasiswa-mahasiswa kampusku. Ah, biarlah...........
Angkot yang aku tunggu akhirnya datang dan aku adalah penumpang satu-satunya yang ada di angkot warna orange itu. Aku galau, kemana aku akan menuju. Perut tersa lapar sangat, aku belum sarapan waktu itu. Hanya meminum setengah botol air minum mineral saja. Maka aku putuskan untuk ke KFC di SRI RATU Dept. Store Purwokerto. Dan parah. Ke restoran cepat saji di jam makan siang adalah hal yang bodoh. Benar-benar bodoh, sudah pasti lah tidak ada tempat untuk makan. Dan antrian seperti bermain ular naga panjang saja. Maka aku hanya numpang lewat. Keluar dari gedung berlantai empat itu, aku merasakn kalau hari akan hujan, langit terasa sekali mendhungnya. Dan memang benar. Baru saja aku menyebarang jalan, rintik hujan langsung menerpa dengan derasnya. Ugh......sakit , aku bilang.
Berteduh di emperan toko pulsa milik orang yang tidak dikenal, adalah hal tidak mengenakkan yang selalu dilakukan oleh orang bila terjebak hujan. Itu yang aku rasakan. Makan aku putuskan untuk membeli 10.000 pulsa IM 3 ku. Hujan masih sangat deras, bahkan sepertinya menderas. Sempat terjadi kemacetan di jalan depanku. Aku tidak tahu awalnya, namun ternyata karena tempat parkir MORO Dept. Store telah penuh dan masih ada saja yang menunggu di depan pintu gerbang.
Aku rasa 25 menit adalah waktu yang cukup lama untuk hanya sekedar berdiri tanpa melakukan hal-hal yang sekiranya berguna bagiku. Lumayanlah, tidak begitu deras lagi. Gerimis tidak begitu berat aku pikir untuk berjalan menuju MORO Dept. Store berniat untuk makan. Hanya untuk makan, setelah itu pulang. Tapi kebodohan masih saja tak lepas dari otakku. Hari minggu apalagi hari sedang hujan, sudah bisa di pastikan tidak ada tempat untuk makan meskipun FOOD COURT ada dua tempat. Lantai satu penuh dan orang-orang berdiri terasa sungguh menyedihkan. Lalu aku berpikir semoga di lantai dua ada setidaknya satu bangku saja untukku. Tapi tidak. Lantai dua lebih penuh. Arghhhh.......... Aku kelaparan. Rasanya, aku ingin marah-marah di tempat itu. Tapi untuk apa????? Tak ada yang perlu aku marahi, tak ada yang perlu aku maki. MORO di hari biasa saja sudah ramainya macam pasar malem, apalagi itu adalh hari minggu, ugh.......betapa BT nya ngantri panjang di Kasir. Meskipun ada lebih dari 15 kasir.
Hari masih saja gerimis. Aku terus saja menggerutu tentang betapa laparnya aku waktu itu, tapi tak ada yang bisa aku perbuat. Hujan, tempat makan penuh, dan aku tertinggal dua angkot yang menuju ke tempat ku. Argh......!!!!!!
Akhirnya aku putuskan untuk berjalan, entah kemana. Diantara kemacetan dan genangan air hujan, aku menyusuri jalanan dengan hati dongkol. Benar-benar dongkol. 100 meter kurang lebih aku berjalan. Lelah, aku lelah, dan bodoh. Angkot akan datang 30 menit lagi mungkin, dan pasti akan penuh. Daripada aku menanti sesuatu yang tidak pasti, maka aku putuskan untuk mendial nomor telephone Taksi. Damn it!!!!! Jaringan sibuk. Dua kali aku telpon, masih sibuk. What the hell............!!!!!!!! Aku bilang. Tapi aku sedikit beruntung, ada taksi dari arah berlawanan, langsung saja aku panggil. Setelah berputar arah, taksi itu berhenti di depanku. Lalu aku buka pintunya dan rasa bodohku belum selesai. Gagang pintu dalah taksi itu, rusak. Telah rusak tepatnya. Aku tidak berani menarik keras-keras, karena aku tahu itu pasti akan lepas. Benar saja, pada saat sopir taksi menarik gagang pintu untuk memastikan kalau pintu sudah aman, gagang pintu tertepas. Jadi sempurna. Pintu tanpa gagang pintu dalam.
Aku tak perdulikan itu, aku hanya ingin makan. Aku masih lapar. Aku ingat  masih ada satu bunkus biskuit TOP COKLAT di tas. Dan aku masih ada setengah botol air mineral. Tanpa pikir panjang, aku libas. Aku lapar........ Aku tak perdulikan sopir taksi yang hanya diam tak berbicara. Tak berbicara.
15 menit aku kira perjalanan itu, sampai di tempat yang aku tuju. Aku langsung menuju tempat makan langgananku. Beruntung tidak begitu ramai, jadi aku bisa langsung dapat pesananku. Makan dalam kondisi lapar adalah hal ternikmat yang mungkin tidak pernah kita pikirkan. Tapi seperti itu lah hidup. Kita lupa akan nikmat yang kita nikmati.
Berharap aku bisa di jemput kakak sepupuku karena tak ada angkot ke rumahku. Setelah aku telpon ternyata dia sedang di Sokaraja. Huft.......... Jadi aku duduk manis menunggu angkot datang. Seorang ibu-ibu duduk disampingku lalu menyapa. Ternyata dia adalah teman ibuku. Aku tak banyak ngobrol, hanya sesekali saja aku jawab pertanyaan tak penting darinya. Hatiku masih dongkol.
Cukup lama aku menunggu, sampai akhirnya aku bisa dapat angkot juga dan berangkat bersama ibu tadi. Aku masih tak banyak cakap. Perjalanan tidak lah lama, hanya beberapa menit saja. Aku sudah berencana untuk langsung tidur sesampai aku di rumah. Dan benar aku langsung tidur. Langsung tidur. Pukul 17.15 aku bangun. Itu pun setelah Bu Dhe ku membanunkanku. Katanya, Lala ( Keponakanku ) minta tolong diajarin PR. Ok, aku madi terlebih dahulu. Sedikit lupa aku dengan rasa marah di Dept. Store tadi, jadi aku coba untuk tersenyum. Tersenyum. Tersenyum. Tersenyum
Hidup itu harus dijalani dengan senyuman, dengan kesabaran dan rasa ikhlas. Semua tidak ada artinya apabila emosi kita lepas tanpa adanya kendali. Tak ada artinya.
Lalu, pasanglah status yang positif-positif, jangan tuliskan kalimat buruk lagi, agar tidak mendapatkan hal buruk sepanjang hari.
Ok, see U.........
read more

Jumat, 24 Februari 2012

NASIB... ( Asal Usul )

Sore ini aku terasa sangat lelah sekali. Latihan gerakan yang diulang-ulang dan itu sudah aku hafal dari sekitar enam bulan yang lalu. Tapi aku harus tetep sabar membimbing temen-temen yang emang belum pada bisa. Besok untuk hari kedua aku jadi MC lagi. Seneng pasti, secara aku bisa dapet fee, tapi yang lebih bikin aku seneng lagi adalah aku bisa terus bertemu orang-orang yang selalu jadi inspirasi aku buat jadi orang yang terus maju. Orang-orang yang bikin aku semangat buat ngejalanin hidup. Aku ingin jadi seperti mereka. Jadi seorang motivator dan inspirator.
Aku sudah lama percaya dengan mimpi. Bukan sejak aku nonton film Sang Pemimpi, bukan pula sejak aku liat Video Jejak-jejak mimpinya mas Danang, tapi jauh sejak aku merasakan apa yang dulu aku hayalkan bisa aku rasakan dalam kehidupan nyata. Ketika aku SD, aku ingin bisa jadi siswa terbaik, dan aku mendapatinya ketika lulus SD, aku bisa meraih nilai tertinggi, aku menang lomba Keteladanan, aku juga bisa ikut lomba-lomba baik akademik atau pun non akademik. Dan ketika SMP, aku berkhayal bisa tergabung dalam regu inti PRAMUKA sekolah, bisa jadi pengurus OSIS, bisa mewakili sekolah dalam lomba MIPA, tulisannya di muat di koran. Dan itu semua aku dapati dengan cukup memuaskan. STM, aku ingin kuliah di Bahasa Inggris, bisa jadi penyiar Radio, aktif di organisasi kampus, ngajar LES, dan aku pun kini merasakan itu semua. Kini aku masih punya banyak mimpi yang belum terwujud. Aku ingin ke Singapura, belajar di luar negeri, jadi trainer, jadi motivator, jadi public speaker, jadi dosen, pokoknya banyak lah.... - di buku DREAM BOOK -
Aku sangat yakin, kalau aku pasti bisa meraih apa yang sudah aku tuliskan. Kalau aku tulis di blog ini, pasti ngga akan muat. Mungkin. Hehehehehe......
Yang membuat aku semakin yakin, makin percaya adalah konsep asal usul nasib yang aku dapat ketika mengikuti training SMART yang diadakan rutin di kampusku. Jadi seperti ini, bahwa apa yang kita pikirkan itu akan mempengaruhi masa depan kita. Aku jadi ingat kalimat seperti ini : " Allah akan mengikuti prasangka Hambanya ". Sejak itulah aku selalu berpikir positif dalam menjalani hidup ini. Termasuk IP ku yang turun, aku tetep berpikir positif. Munkin, kalo IP ku tinggi, aku akan semakin sombong, padahal, Allah sangat melarang kita untuk berbuat sombong.
Ok, kita kembali ke Asal Usul Nasib jadi seperti ini :

THOUGHTS            becomes      WORDS
WORDS                  becomes      ACTIONS
 ACTIONS              becomes      HABITS
 HABITS                 becomes      CHARACTERS
 CHARACTERS     becomes      DESTINY

Penjelasannya seperti ini : Apa yang kita pikirkan, harus kita tulis ( kita nyatakan dulu dengan kata-kata ) kemudian kata-kata itu  kita action kan ( kita melakukan sesuatu yang sesuai dengan apa yang kita katakan ), apabila kata-kata itu sering kita lakukan maka lama kelamaan akan menjadi suatu kebiasaan ( habit ) nah kebiasaan ini lah yang akan menjadi karakter kita yang nantinya akan menjadi nasib kita. Seperti itu secara teorinya. Tapi, kebanyakan dari kita pasti selalu bekata : " Udah nasib nya kayak gini, mau gimana lagi... ".
Keliatan banget mudah nyerahnya. Ok, sebagai ciptaan Allah yang luar biasa, kita harus bisa berjuang untuk meraih apa yang kita impikan. Karena sejatinya, kita ini adalah seorang pejuang sejati. Dari ketika kita hanyalah sebuah sperma yang berlomba-lomba dengan sperma lain untuk bisa menembus sel telur, yang pada akhirnya hanya satu yang lolos ( yang berhasil membuahi ) sampai kita bisa seperti sekarang ini. Betapa hebatnya kita bisa mengalahkan ribuan sperma-sperma "saudara kita". Kalau ketika kita masih jadi sperma saja bisa, kenapa sekarang yang kita sudah berwujud manusia dewasa tidak bisa???
Jadi, marilah kita kembali berjuang untuk bisa meraih apa yang menjadi cita-cita kita. Maksudnya cita-cita kita msing-masing.
SEMANGATH!!!!!!!!!!!
read more

Rabu, 15 Februari 2012

Cemburu, Galau jadinya

Cemburu itu adalah hal bodoh yang selalu aku lakukan ketika aku buka FB nya dia lalu didapati dia itu koment-koment an sama orang yang baru di konfirm. Terus kenalan ngga jelas yang ujung-ujungnya adalah tukeran nomor HP ato pin BB. Enek banget rasanya, yakin!!!!!!!!! Belum lagi kalo misalnya dia itu, sering chatting sama yang lain. Berasa pengen nampar tuh muka orang pake bakyak.
Pengen banget telpon dia lalu mencak-mencak ngga jelas yang maksudnya adalah TIDAK KAH KAU TAHU PERASAAN AKU KETIKA KAU SEPERTI ITU DI BELAKANGKU????
Tapi sadar diri juga lah, siapa aku. Emang derita jadi kekasih tak dianggap itu nyesek banget.
 Hiks...........hiks.............hiks..........
read more

Sabtu, 11 Februari 2012

Hatiku, Lelaki Terindahku, Penantianku. ( Curhatan temen ).

Akan masih adakah pertemuan yang malam itu menjadi awal aku untuk mengenal lelaki terindah dalam hidupku?
Yang kini aku sadar kalau tak perlu lagi aku ikuti pertemuan-pertemuan pertama bersama lelaki lain yang belum jelas seperti apa matanya menatap ragaku.
Aku berani untuk menanti sampai kapanpun penantian itu aku jalani.
Bagiku, bersamanya itu adalah hal terindah yang aku rasakan dalam kehidupan gelap ini.
Aku merasa akulah lelaki paling beruntung yang hidup didunia ini ketika aku sadar kalau aku pernah bercinta dengannya, lelaki asmara yang hidup dalam kesemuan.
Kapankah aku miliki lagi malam minggu yang pantas aku jadikan lembaran cerita untuk aku pamerkan pada masa laluku kalau aku telah duduk bersamanya lagi.
Kini, aku masih tetap menanti sampai kapan aku menanti.
Menanti perasaan yang aku harapkan benar adanya aku rasakan, yaitu aku jatuh cinta padanya.
Bukan karena hartanya, atau wajah tampannya.
Tapi hatinya yang telah dia pamerkan dimalam pertama ketika aku merasakan betapa telah mati otakku untuk menciumnya.
Bagiku, ciumannya adalah dosa termanis yang ingin aku nikmati lagi.
Aku masih menanti entah sampai kapan aku menanti.
Aku tahu, tak akan ada keabadian dalam cinta terlarang ini.
Tapi setidaknya, aku bisa sebentar saja bertahan dalam pesakitan ini bersamanya.
Dia lelaki terindah yang pernah menjerat akalku dalam sadar sesadar-sadarnya.
Lalu meninggalkan kekosongan yang aku tak mampu untuk mengisinya tanpanya.
Aku ingin dia semakin sadar betapa aku terlalu lama dalam diam sekalipun kemarin aku duduk didepannya.
Aku masih diam, takut semua yang aku rasakan hanya akan membunuh kegelisahnku saja.
Aku masih merasakan betapa aku ingin melayang saat aku sadar dia telah pergi untuk menemui cinta sejatimu.
Lalu kapan tiba masa untukku dapat merasakan sebenarnya kasih yang dia curahkan untukku, meski aku adalah simpanannya yang lain.
Menjadi diriku itu, sungguh tidak ada enaknya.
Menanti sesuatu yang tak akan pernah paham betapa dia yang ada di otakku tak jua keluar secara nyata untuk kembali mencium bibir ini lagi.
Memeluk raga rapuh ini lagi.
Aku minta maaf yang tulus, lelaki terindah yang diam tanpa pernah bertanya seperti apa tersiksanya aku ketika aku duduk diam di depannya.
Tentang malam ketika aku tidur disamping lelaki yang telah menjelma menjadi iblis dalam hatiku.
Merampas ketidakberdayaanku lalu mengusir tanpa dosa.
Dialah iblis yang diam ketika aku sadar aku tertipu oleh wajahnya.
Aku tak ingin lagi datang padanya, sekalipun dia kembalikan ketidakberdayaanku.
Aku lebih memilih untuk menanti lelaki terindahku datang bersama segala yang aku rindukan tentangnya.
Dan malam ini, aku berdo'a untuk pertemuan yang lebih indah lagi bersamanya, lelaki terindah yang indahnya tak ingin aku ganti dengan orang yang tadi pagi terus menjadikan mata ini tak mampu untuk berkedip, sekalipun.
Aku berharap, malam ini akan ada lebih dari ciuman di pertemuan pertama itu.
Ciuman yang masih melekat sampai satu bulan ini.

(* Untuk Lelaki terindahku yang Indahnya harus dibagi antara aku, istrinya dan simpanannya.


read more

Jumat, 03 Februari 2012

Gue Seneng

Gue udah saatnya bersyukur buat hari ini.
Gue tadi bangun jam 6.30. Ok, itu adalah hal buruk yang sampai saat ini, gue belum juga bisa ngilanginnya. Dan gue mendadak ingat kalo gue kudu siaran jam 6.00. Itu artinya, gue udah telat 30 menit. Gue langsung nyalain mesin dan tanpa opening, gue langsung  nyapa pendengar setia gue. Gue anggap itu adalh hal lucu yang gue lakuin dimana gue masih setengah sadar, mata masih penuh dengan "ketep" dan buat ngomong masih serak-serak ngga jelas.
Jam 08.00, gue telpon ibu kantin langganan gue, tapi ngga diangkat dan gue SMS buat pesen makan. Sekitar 15 menit ada ibu-ibu dateng bawa nampan penuh makanan. Gue girang banget. Apalagi ada sop yang gue suka banget. Susu putih jadi minuman kesukaan gue di sabtu pagi itu. Sambil sarapan, gue baca koran dimana kabar tentang " Datuk Maringgih " masih jadi dead line di kolom Infotainment. Dan laptop gue masih kondisi ON LINE. Sesekali gue balas koment temen gue di FB, yang mana lagi heboh tentang foto alay temen gue yang tersebar di FB. Gue ngakak abis pas liat tuh foto. Tapi udah lah, ngga penting juga di bahas di sini.
Jam 10.00, gue siaran lagi. Dan beda acara, beda pula atmosphere nya. Gue seneng aja, bisa bawain acara dangdut lawas dimana lagu-lagu dangdut itu pernah gue dengerin ketika gue masih berumur 8 tahunan. Ketambahan SMS dari pendengar banyak banget, padahal durasi cuma 1 jam. Gu jadi ngerasa kalo gue udah cukup terkenal di telinga Pendengar Radio gue.
Jam 11.00, gue selesai siaran dangdhut dan gue cabut dari studio. Gue mandi ( secara gue belum mandi dari kemarin sore ) dan langsung ke mesjid setelah gue dandan sopan. Gue shalat Dzuhue di Mesjid bareng Civitas Akademika UMP lainnya.
Usai shalat dan dengerin kultum dari ketua LPPM UMP, gue balik ke UKM pake jalan kaki. Dan gue ngga nyangka klao belakang gue ada dosen yang gue bilang itu tuh keren banget. Bukan cuma fisik, tapi juga akhlaq dan cara ngajarnya tuh, gila, enak banget. Makanya, ngga heran kalo temen-temen cewek gue pada suka nanyain tuh dosen kalo ngga masuk kelas ke gue ( Gue cukup tenar dikalangan Dosen Kampus ).
Sepanjang perjalanan menuju UKM, gue becandaan sama tuh Dosen sambil ngomentari pertandingan Volly Ball yang lagi berlangsung di lapangan Volly kampus. Gue seneng nya tuh, gue bisa jalan sambil becandaan dan mungkin kalo orang yang ngga tahu gue sama tuh dosen, gue sama beliau bakalan di kira pasangan homo. Secara, kita jalannya sambil gandengan tangan dan kita deket banget. Gue ngga nyangka kalo gue bisa sedeket itu sama beliau. Meskipun sebenernya, gue sama beliau udah deket dari dulu. Tapi tadi tuh, beda banget. OK, gue bakalan sedikit kasih tahu macam apa tuh Dosen. Kalo kata temen-temen cewek gue, Beliau tuh, SEXY abis. Emang sih tuh dosen suka pake pakean yang agak ketat. Terus, beliau tuh, Ganteng pake banget. Dari sekian banyak dosen cowok yang ngajar di kelas gue, emang cuma beliau yang paling ganteng. Terus lagi, tuh Dosen pastinya orang berduit. Secara, selama gue kuliah di kampus ini. beliau udah 2 kali ganti mobil dan itu mobil yang kalo boleh gue bilang keren-keren banget. Saat ini, gue baru nyelesein semester 3, itu artinya selama satu setengah tahun, beliau ganti mobil 2 kali. Terus lagi nih, tuh Dosen alim banget. Gue bisa jamin. Apapun yang temen-temen gue omongin tentang tuh Dosen ( pastinya ) yang OK-OK, gue setuju banget. Karena gue juga kenal banget tuh dosen macam apa. Gue pernah kerumah beliau, gue pernah satu mobil sama beliau, gue juga jadi mahasiswa yang beliau percaya buat jadi asistennya. Gue seneng bisa kenal Dosen lulusan Mesir itu. Lalu gue beristirahat sebentar di kantor beliau buat sekedar baca koran.
Jam 13.05 an, gue ke kantin. Awalnya gue mau ke Studio di UKM. Tapi gue mikir, gue pengen nulis. Ya udah, gue ke kantin kampus. Dan gue ngeliat temen radio gue lagi duduk sama temen-temen yang lain. Jadi gue mikir kalo gue ngga bakalan sendirian. Sebelum gue nyamper tuh anak-anak, gue disapa sama salah satu kenalan gue dulu pas di Festival Seni Rupa di kampus. Gue boleh kasih komentar kalo nih orang itu manis. Oke, kalo dikasih nilai ya dapet 82 lah dengan nilai tertinggi 100. Gue emang sering banget ketemu dia di kantin kampus, tapi biasa aja. Ya, cuma say hello doang. Terus gue liat seseorang yang dulu pas dari semester satu bikin gue penasaran, tuh orang siapa namanya. Nah, setelah gue mendhem penasaran yang teramat. Jujur gue pengen banget kenalan tiap kali ketemu sama tuh orang. Gue dikenalin sama tuh tuh orang yang dulu ketemu di Festival Seni Rupa sama tuh orang yang udah bikin penasaran banget. Gue ngga bisa ngejelasin kayak apa senengnya gue pas gue salaman sama tuh orang. Sempet kepikiran buat gue duduk satu meja sama mereka, tapi gue ngga enak sama temen-temen gue. Jadi, begitu kenalan usai, ya gue nemuin temen-temen gue. Sampai gue nulis ini, dia masih di tempat duduk. Dulu, gue suka curi-curi pandang setiap kali liat dia, tapi sekarang buat apa????
Rencananya, gue mauke Jogja hari minggu besok. Gue mau liburan sama seseorang yang udah lama banget gue kenalan, tapi belum pernah ketemu. Ya selama ini, kita cuma ngobrol lewat SMS dan gue tahu muka dia cuma lewat foto doang. Gue berharap liburan gue di Jogja bakalan jadi liburan yang paling berkesan. Ya, gue berharap banget.
Rencana ke Bekasi, gue tunda sampe minggu depan.
Yang jelas, gue hari ini, seneng banget.
Jam 15.00 nanti, gue kudu ke kantor tempat gue ngajar. Padahal, Purwokerto lagi ujan deres banget dan gue biasa jalan kaki ke Kantor. Jadi bisa di perkirakan gue bakalan hujan-hujanan ke kantor. Cuma pake payung doang. Huft...... Semangat buat ngajar adek-adek di kelas nanti.
See U.......
read more

Nangis aja.......

Mending emang ngga usah ngadain yang namanya pertemuan. kalo kita itu cuma jadi korban selingkuhan orang lain yang ngga bakalan pernah tahu kalo ketika kita buka FB nya dia, kita cuma bisa mewek-mewek di depan laptop. Ngeliat foto-foto nya sama orang lain, ngeliat statusnya sama orang lain, ngebaca komentnya yang ampun banget kalo dibaca. Gue benci banget sama yang macam gituan. Ini bukan kali pertama gue ngrasain yang namanya cemburu. Tapi ini tuh cemburunya beda. Dimana gue pernah nglakuin sesuatu yang buat gue, itu ngga bisa dilupain. Gue ngga bakalan lupa, sampe kapanpun. Dan gue, emang bego banget. Loe boeh ngecaci maki gue, ngehujat gue, ato ngatain apapun itu ke gue, bro. Tapi loe ngga bakalan bisa tahu kayak apa perasaan gue ketika kali pertama gue ketemu dia malam itu.
Dan sore ini, gue iseng buka FB nya dia, sambil muka gue macam kepiting kurang sambel. Gue mau nangis, tapi malu sama temen-temen gue, juga gue mikir, buat apa gue pake nangis segala. Ngga penting banget. Sumpah!!!!!
Gue cowok, tapi gue bego. Dan gue ngga bisa ngebegoin orang lain. Derita banget punya sifat ngga enakkan macam gue, ngga tegaan macam gue, terlalu tolelir macam gue. Ugh........!!!!!!!!! Pengen rasanya gue ulang kejadian malam itu, lalu gue ambil photonya. Jadi gue punya senjata ampuh ketika gue pengen ketemu, tapi selalu dikasih alesan macem-macem. Terus, kalo misal dia ngga juga ngerti apa yang gue rasain, gue kasih tuh foto ke orang yang udah bikin gue cemburu. Gue emang kejem. Tapi gue ngerasa gue jadi korban yang lebih kejem.
Ah udah lah, terima aja. Kalo emang gue ditakdirin buat ketemu lagi, pasti ketemu lagi. Sante aja.

# Soundtrack " Kutetap Menanti-nya Nikita Willy.
read more

Kamis, 02 Februari 2012

KANTIN KAMPUS

Gue masih make kaos yang gue pake buat tidur semalem. JUga celana item yang gue pikir masih pantes buat dipake kuliah kalo pas gue kuliah. Tapi sekarang kuliah libur. Jadi paling bakalan gue antar ke Loundry belakang kampus aja.
Gue udah sarapan sama sayur kacang bercampur dengan tumis tempe lalu satu potong daging sarden dan satu mendhoan. Ini cukup sehat, gue pikir. Dan satu gelas susu coklat juga udha masuk ke pencernaan gue. Awalnya, gue cuma mau OL aja di FB. Tapi gue inget kalo kemarin gue baca blog nya Moammar Emka yang terakhir gue baca bukunya itu pas gue masih kelas 3 STM. Jadi udah lama beudddddd........ Dan gue jadi nafsu banget buat beli " Dear You " nya lelaki itu. Gue pikir, tema yang seperti itu, cocok buat gue yang labil. Gue seneng aja, baca cerita yang ngebahas tentang cinta dan kejujuran tentang kehidupan malam di kota besar. Gue lagi bikin satu tulisan tentang apa yang gue pikir ini bakalan cukup mengundang perhatian. Gue ngga bakalan cerita. Apa itu, sebelum gue yakin kalo itu emang perlu buat di ceritain disini.
Dari yang awalnya berapa biji doang orang di kantin, sampe sekarang, tak ada tempat duduk yang nganggur. Gue udah ngedownload beberapa materi buat gue ngajar LES Matematika sana Bahasa Inggris besok. Gue excited banget buat ngajar LES anaknya salah satu pengusaha di Purwokerto. Meskipun gue tahu, gue bakalan ngonthel sepeda gue sejauh 2 KM. Tapi itu ngga jadi soal, karena gue bakalan sering ketemu sama pengusaha itu. Bukan karena apa-apa sih........Seneng aja. Hehehehhehe........
Beberapa meja emang dikerumuni mahasiswa, tapi ada satu meja yang dikuasai oleh 6 Karyawan Kampus. Mereka bisa gue bilang sering banget ke Kantin di jam kerja. Terutama yang pake gigi emas. Hampir tiap gue makan di kantin, dia juga lagi nongkrong di kantin. Gue mikir gini, emang mereka ngga kerja po???? Ugh.......enak bener ya......
Gue ngga peduli apa yang mereka omongin. Yang jelas, gue enjoy OL sama temen-temen FB gue.
Dan gue harus segera cabut dari tempat duduk gue, karena sekarang udah jam 11.20 yang artinya gue harus mandi buat ke Mesjid. Jum'atan......Coiiiiiyyyyyy
See U........
read more

Rabu, 01 Februari 2012

CINTA yang BEGO dan SEMESTER TIGA yang GEJE

Buat gue, jatuh cinta itu bego banget. Begooooo.......banget. Loe bisa bayangin ngga??? Baru pertama kali ketemu gitu kan, gue udah ngerasa deg-degan minta mati. Dan gue ngerasa kalo gue tuh abis ngimpi setelah gue sadar kali gue udah ngga disampinya, udah ngga duduk satu mobil sama dia. Terus, gue ngga bisa tidur gara-gara gue sibuk nulis di buku gue kalo gue itu nganggep kalo gue udah jatuh cinta. Begoooo.....banget. Keesokan harinya, gue masih aja sibuk senyam-senyum keinget senyum dia, tawa dia, cara dia ngeliat gue. Dan gue pun berharap banget bisa ketemu lagi sama dia.
Awalnya, gue berusaha buat ngga terlalu agresif ke dia. Ngga mau macam ngejar-ngejar gitu lah... Tapi lama-kelamaan gue ngga tahan juga. Gue pengen banget ketemu sama dia. Apalagi gue rencananya jum'at besok mau balik ke Bekasi. Gue harus ketemu sama dia. Coz ngga tahu kapan lagi gue bakalan ketemu kalo gue udah di Beksi. Rencananya, gue mau langsung ke Kediri sampai tanggal 25. Meskipun itu belum jelas kepastiannya. Tapi gue pengen banget ketemu sebelum gue pergi keluar kota.
Jadi diri gue yang naruh hati ke orang yang udah jadi milik orang lain itu, nyesek banget rasanya. Buat loe yang pernah jadi "sepia" nya orang, mungkin bisa ngerasain betapa ngga asiknya kalo kita minta ketemuan terus dianya jawab, " Ngga bisa, lagi sibuk kerja. Abis itu ada acara sama keluarga ". Ugh......rasanya, nyesel banget udah nyanggupin ketemuan dulu. Tapi, hikmah yang gue ambil dari pertemuan itu adalah gue bisa tahu kalo ternyata di dunia ini itu masih ada orang yang butuh orang lain untuk mencnita sekalipun orang itu udah punya cinta. Dan gue, ngerasa beruntung bisa kenal sama dia. Meskipun gue terkadang ngerasa sakit banget kalo liat FB nya dia.
Tapi bodohnya gue, gue udah kadung cinta sma dia..................!!!!!!!!!!!!
>>>> Terus gue suruh ngapain???? <<<<

Sekarang gue mau ngebahas yang namanya Hasil Kuliah gue selama di Semester tiga. Gue sih, ngga nyesel gitu ya....secara otak gue udah konslet jadi buat apa nyesel sama hal yang gue lakuin dengan sadar. Gue, kalo kuliah itu banyak tidurnya dikelas. Dan gue kalo ngerjain tugas itu males banget. Jadi kadang gue ngga ngumpulin tugas. Gue paham, kalo itu bakalan bikin nilai gue kebakar. Tapi guenya udah ngga mood, mau gimana lagi????
Sebenernya gue ngga mau mengkambing hitamkan siapa-siapa. Karena gue sadar banget itu salah gue. Gue cuma mikir, kenapa di semester tiga gue ini, gue ngerasa masalah yang gue hadepin itu berat-berat banget. Sampe-sampe gue bener-bener ngga punya semangat buat nyelesein tuh masalah. Yang paling bikin gue down banget itu, ketika gue ngga nyangka kalo gue harus pindah kost. Loe tahu kan, gue tuh udah nganggep yang punya kost itu macam keluarga gue sendiri, karena gue ngga punya siapa-siapa di Purwokerto. Dan mereka pun udah nganggep gue anak mereka sendiri. Tapi anehnya, kenapa mereka tiba-tiba jadi kayak ngga paham tentang gue. Gue emang sibuk banget pas semester dua. Tapi gue masih bisa mbagi waktu mana kerjaan gue, mana kuliah gue, mana waktu buat dirumah (kost). Dan mereka gue anggep udah paham. Tapi udah lah....ngga penting juga dibahas. Ngga bakalan mbalikin gue juga.
Yang penting, semester empat besok, gue kudu lebih baik lagi. Gue pengen ngebuktiin lagi kalo gue masih punya sesuatu yang bisa gue banggain. Gue bakalan ngembaliin IP gue jadi 3.85 lagi. Yang udah ya udah lah....Ikhlas in aja. Hidup ngga akan berakhir kok kalo IP cuma dapet 3.00. Sante aja cuiyyyy......Tapi kalo IP gue dibawah 3.00, gue baru pengen terjun dari lante empat. Secara ya bo, gue tuh malu banget gila apa. Dimana kredibilitas gue sebagai calon mahasiswa berprestasi????
>>>>>> Semangat buat ngeraih IP 4.00 di semester empat <<<<<<

read more