Di postingan sebelumnya, aku udah cerita tentang temen baruku yang punya kemampuan lebih. Nah, semalem aku banyak ngobrol sama dia. Selama ngobrol, aku tahu kalo semua yang ada dalam pikiranku akan diketahui olehnya. Tapi aku bebasin aja semuanya. Ibaratnya, aku udah pasrah deh, dia mau tahu semua tentang aku pun silahkan. Toh aku yakin dia itu orang baik. Hehehehehehe........
Selama perbincangan selama kurang lebih 2,5 jam, aku dapet banyak banget hal baru yang belum pernah aku dapetin. Meskipun aku pernah merasakan secara sugesti diri ato beajar sendiri. Halah........
Dari perbincangan itu, aku jadi terpengaruh untuk bisa ato jadi anak indigo. Meskipun aku ngga ada bakat (mungkin). Dia bilang bisa, tapi hanya nyampe di level indra ke 6. Kalau pun bisa masuk di level Indigo, orang itu hanya bisa memiliki kemampuan satu dari 11 kemampuan yang dimilki oleh orang indigo. 11 kemampuan itu :
- Telepati
- Clairvoyant
- Precognition
- Retrocognition
- Mediumship
- Psychometrik
- Sugesti Hipnosis
- Analytic
- Telekinesis
- Healing Poer
- Komunikasi dengan Sang Pencipta
Nah, Jadi level manusia itu seperti ini :
1. Manusia biasa
2. Indra ke enam
3. Indigo :
- Indigo muda
- Indigo Dewasa
- Indigo...... ( lupa....)
5. Diamond
............ ( ada lagi apa ngga, aku ngga paham. )
Sejak itulah aku semakin ingin tahu, semakin ingin bisa menjadi anak yang paling tidak bisa baca pikiran orang lah. Bisa tahu apa yang ada dalam diri orang lain, lalu setidaknya dengan kemampuan itu, aku bisa membantu temen-temen aku ato orang di sekeliling aku.
Terus untuk bisa mencapai itu, ternyata ngga mudah ada tahapan-tahapan yang harus dilaluinya. Aku lupa nama tahapan itu, kalo ngga salah namanya CAKRA meskipun ketika aku search di Google, CAKRA bukan yang seperti aku dapatkan tadi malam.
Tahapan-tahapan itu :
1. Aku harus bisa optimis dalam jangka waktu sedekat-dekatnya.
Lha, di tahapan ini, aku "ditantang" untuk bisa. Awalnya, aku ditanya tentang apa yang akan aku alami 3 tahun setelah aku lulus dari studi S1 ku. Aku jawab, aku sudah lulus S2 lalu kembali ke UMP. Menjadi dosen dan juga menjadi trainer. Dia bertanya : Kalo diprosentase, berapa persen tingkat optimisku. Sontak aku bingung, kan. Setelah berpikir panjang, aku putuskan menjawab 80 %. Lalu, Berapa lama waktu yang aku butuhkan untuk mencapai 100 %. Tambah bingung, kan. Aku jawab 1 tahun. Katanya itu terlalu lama. Dari sekian banyak orang yang pernah ditanya, rata-rata mereka menjawab tak kurang dari satu bulan. Busyet........ Lalu ditanya. tanggal berapa deh aku bisa benar-benar optimis100%? Aku jawab (pastinya juga udah mikir) tanggal 5 April. OK, katanya. Dan aku akan ditagih tanggal 5 April besok. Apakah benar aku sudah 100% optimis. Wah, dari aku bangun tidur tadi, aku berusaha optimis. Tapi bener, ngga gampang. Tapi aku yakin aku bisa. Kenapa aku harus optimis 100% ? Karena katanya, mengatakan akan ada banyak hal yang akan dilalui (aku berasumsi kalo hal-hal itu adalah masalah). Pepatah ini, aku dapatkan dari Mas Angga (temennya) yang lalu di ulang lagi sama dia. Seperti ini, Orang ngga akan jatuh ketika menabrak gunung. Tapi akan jatuh ketika menginjak kulit pisang, berjalan di lantai licin. Artinya, kita harus bisa memikirkan hal-hal kecil, karena bisa jadi hal-hal kecil itulah yang akan menghambat impian kita. Jadi aku harus optimis 100% untuk bisa meraih itu.
2. Selanjutnya, aku harus bisa menghilangkan iri, dengki, sombong, marah, sedih, galau dan hal-hal negatif lainnya.
Ini adalah tahapan yang bener-bener ngga mudah. Luar biasa.........
3. Harus bisa ikhlas, berfikir positif ketika orang yang kita sayangi diambil yang kuasa.
Kalo yang ini, mungkin kebanyakan orang bisa. Aku pun berusaha untuk bisa. Meskipun aku sudah kehilangan satu orang yang aku cintai.
4. Harus siap mati kapan pun.
Kalo yang ini lumayan. Coz belum siap segalanya.
5. Harus bisa menghilangkan kata aku, saya dan kata-kata lain yang menunjuk ke-aku-an.
Bisa ngga tuh....... ^_^
yang ke 6 sama ke 7 nya, aku belum dikasih tahu (apa aku nya aja yang ngga nyanthol).
Luar biasa berat kan.......... Yang pertama aja, susahnya ngga ketulungan.
Wah banyak banget deh pokoknya semalem aku ngobrol. Ada tentang perbedaan Jin sama Setan, Tentang Jin yang baru saja lewat, tentang sekolah supranatural, tentang dia kenapa kurus, pokoknya macem-macem deh. Termasuk teori kalo kita dilarang mengeluh. Karena satu keluhan akan menghilangkan 5 kebaikan di hari itu. Wah........
Sekarang tanggal satu, aku harus bisa optimis terus sampai aku benar-benar bisa 100% yakin. Kalo aku bisa meraih apa yang aku impikan.
Oke, sekian dulu sharing nya.
# Awalnya, aku ingin posting tentang Ayah, Daddy, Bapak. Tapi aku rasa ini lebih netral. Hehehehehhe.......
See U..........