Sabtu, 31 Maret 2012

Tertarik sama INDIGO

Di postingan sebelumnya, aku udah cerita tentang temen baruku yang punya kemampuan lebih. Nah, semalem aku banyak ngobrol sama dia. Selama ngobrol, aku tahu kalo semua yang ada dalam pikiranku akan diketahui olehnya. Tapi aku bebasin aja semuanya. Ibaratnya, aku udah pasrah deh, dia mau tahu semua tentang aku pun silahkan. Toh aku yakin dia itu orang baik. Hehehehehehe........
Selama perbincangan selama kurang lebih 2,5 jam, aku dapet banyak banget hal baru yang belum pernah aku dapetin. Meskipun aku pernah merasakan secara sugesti diri ato beajar sendiri. Halah........
Dari perbincangan itu, aku jadi terpengaruh untuk bisa ato jadi anak indigo. Meskipun aku ngga ada bakat (mungkin). Dia bilang bisa, tapi hanya nyampe di level indra ke 6. Kalau pun bisa masuk di level Indigo, orang itu hanya bisa memiliki kemampuan satu dari 11 kemampuan yang dimilki oleh orang indigo. 11 kemampuan itu :
  1. Telepati
  2. Clairvoyant
  3. Precognition
  4. Retrocognition
  5. Mediumship
  6. Psychometrik
  7. Sugesti Hipnosis
  8. Analytic
  9. Telekinesis
  10. Healing Poer
  11. Komunikasi dengan Sang Pencipta

Nah, Jadi level manusia itu seperti ini :
1. Manusia biasa
2. Indra ke enam
3. Indigo : 
  • Indigo muda
  • Indigo Dewasa
  • Indigo...... ( lupa....)
4. Kristal
5. Diamond
............ ( ada lagi apa ngga, aku ngga paham. )
Sejak itulah aku semakin ingin tahu, semakin ingin bisa menjadi anak yang paling tidak bisa baca pikiran orang lah. Bisa tahu apa yang ada dalam diri orang lain, lalu setidaknya dengan kemampuan itu, aku bisa membantu temen-temen aku ato orang di sekeliling aku.
Terus untuk bisa mencapai itu, ternyata ngga mudah ada tahapan-tahapan yang harus dilaluinya. Aku lupa nama tahapan itu, kalo ngga salah namanya CAKRA meskipun ketika aku search di Google, CAKRA bukan yang seperti aku dapatkan tadi malam.
Tahapan-tahapan itu :
1. Aku harus bisa optimis dalam jangka waktu sedekat-dekatnya.
Lha, di tahapan ini, aku "ditantang" untuk bisa. Awalnya, aku ditanya tentang apa yang akan aku alami 3 tahun setelah aku lulus dari studi S1 ku. Aku jawab, aku sudah lulus S2 lalu kembali ke UMP. Menjadi dosen  dan juga menjadi trainer. Dia bertanya : Kalo diprosentase, berapa persen tingkat optimisku. Sontak aku bingung, kan. Setelah berpikir panjang, aku putuskan menjawab 80 %. Lalu, Berapa lama waktu yang aku butuhkan untuk mencapai 100 %. Tambah bingung, kan. Aku jawab 1 tahun. Katanya itu terlalu lama. Dari sekian banyak orang yang pernah ditanya, rata-rata mereka menjawab tak kurang dari satu bulan. Busyet........ Lalu ditanya. tanggal berapa deh aku bisa benar-benar optimis100%? Aku jawab (pastinya juga udah mikir) tanggal 5 April.  OK, katanya. Dan aku akan ditagih tanggal 5 April besok. Apakah benar aku sudah 100% optimis. Wah, dari aku bangun tidur tadi, aku berusaha optimis. Tapi bener, ngga gampang. Tapi aku yakin aku bisa. Kenapa aku harus optimis 100% ? Karena katanya, mengatakan akan ada banyak hal yang akan dilalui (aku berasumsi kalo hal-hal itu adalah masalah). Pepatah ini, aku dapatkan dari Mas Angga (temennya) yang lalu di ulang lagi sama dia. Seperti ini, Orang ngga akan jatuh ketika menabrak gunung. Tapi akan jatuh ketika menginjak kulit pisang, berjalan di lantai licin. Artinya, kita harus bisa memikirkan hal-hal kecil, karena bisa jadi hal-hal kecil itulah yang akan menghambat impian kita. Jadi aku harus optimis 100% untuk bisa meraih itu.
2. Selanjutnya, aku harus bisa menghilangkan iri, dengki, sombong, marah, sedih, galau dan hal-hal negatif lainnya.
Ini adalah tahapan yang bener-bener ngga mudah. Luar biasa.........
3. Harus bisa ikhlas, berfikir positif ketika orang yang kita sayangi diambil yang kuasa.
Kalo yang ini, mungkin kebanyakan orang bisa. Aku pun berusaha untuk bisa. Meskipun aku sudah kehilangan satu orang yang aku cintai.
4. Harus siap mati kapan pun.
Kalo yang ini lumayan. Coz belum siap segalanya.
5. Harus bisa menghilangkan kata aku, saya dan kata-kata lain yang menunjuk ke-aku-an.
Bisa ngga tuh....... ^_^
yang ke 6 sama ke 7 nya, aku belum dikasih tahu (apa aku nya aja yang ngga nyanthol).

Luar biasa berat kan.......... Yang pertama aja, susahnya ngga ketulungan.
Wah banyak banget deh pokoknya semalem aku ngobrol. Ada tentang perbedaan Jin sama Setan, Tentang Jin yang baru saja lewat, tentang sekolah supranatural, tentang dia kenapa kurus, pokoknya macem-macem deh. Termasuk teori kalo kita dilarang mengeluh. Karena satu keluhan akan menghilangkan 5 kebaikan di hari itu. Wah........
Sekarang tanggal satu, aku harus bisa optimis terus sampai aku benar-benar bisa 100% yakin. Kalo aku bisa meraih apa yang aku impikan.
Oke, sekian dulu sharing nya.

# Awalnya, aku ingin posting tentang Ayah, Daddy, Bapak. Tapi aku rasa ini lebih netral. Hehehehehhe.......
              
See U..........

read more

RAMAH dan PANDAI BERKOMUNIKASI

Aku baru saja membeli Satu Kamus dan Satu Al-Qur'an di salah satu Toko Buku TOGA MAS di Puwokerto. Aku udah beberapa kali belanja buku di toko buku itu, dan yang selalu aku rasakan adalah kenyamanan atau lebih tepanya adalah pelayanan yang ditawarkan benar-benar total. Pelayan yang ada benar-benar menghargai kami si calon pembeli. Belum pernah aku alami atau menjumpai ada pelayan yang menanyakan kesehatan pengunjungnya. Luar biasa kalau aku bilang. Jadi, aku kan ke toko buku itu sama temen aku. Dia pembawaannya emang lemah, jadi dikira sama pelayannya itu sedang sakit. Aku katakan saja, kalau temenku itu emang seperti itu. Kalau dibandingkan dengan toko buku GRAMEDIA, ya jelas secara kenyamanan tempat kalah lah, tapi secara pelayanan, TOGA MAS jelas menang. Semua buku selalu kena Diskon lagi. Siapa yang ngga mau coba. Besok-besok, kalo beli buku, disana lagi lah.......

******

Aku merasa kalau hidup itu harus pandai mencari teman hidup sebanyak-banyaknya. Teman hidup di sini, bukan Suami atau Istri, tapi temen dalam arti sebenarnya. Kawan lah.... Sahabat. Sejauh ini, aku belum mendapatkan kesulitan dalam mencari teman baru. Aku merasa, aku biasa saja dalam bersikap terhadap orang. Hanya saja, aku selalu memiliki ambisi ketika aku ingin mengenal seseorang. Dan aku merasa selalu beruntung bisa selalu kenal sama orang-orang yang luar biasa. Orang-orang yang memiliki kelebihan dari pada orang lain. Kenalan terbaru aku adalah seorang kamerawan yang kreatif yang bisa membaca pikiran orang dan bonusnya adalah berwajah tampan. Halah..... Dia punya temen juga yang sama-sama luar biasa. Namanya Mas Passa yang ternyata adalah seorang Indigo. Tahu indigo, kan....???? Itu lho, orang yang memiliki kemampuan tidak seperti orang normal pada umumnya. Mas Passa ini, bisa tahu penyakit ato keluhan orang hanya dengan memandang wajahnya saja dan bisa ngilangin juga. Bisa baca pikiran orang juga, aduh pokoknya luar biasa deh.... Katanya, di tempat tinggalnya dia dijuluki tangan besi. Karena sewaktu kecil, dia itu banyak "ngrusak" barang-barang pake tangannya dan itu tanpa kesadarannya. Keren deh......
Dan aku pengen punya kekuatan seperti itu. Oh iya, Indigo itu ada 11 cabang (kategori). Nah, Mas Passa itu masuknya di Healing Power.
Intinya, kalo pengen punya banyak temen itu, kita harus bisa berkomunikasi dengan baik. Bahasa Tubuh dan Bahasa Lisan sangat penting. Dan aku masih harus belajar banyak. Aku ingin kemampuanku berkomunikasi menjadi kekuatanku. Hehehehehhehe.........
read more

Minggu, 25 Maret 2012

Aku Dan Lelaki

Hidup adalah menjalin masa dari ketika membuka mata setelah lama tidur sampai kita menutup mata entah itu untuk tidur lagi atau untuk mati. Dan dari berjuta-juta detik yang berlalu, kita pasti menemukan banyak hal, baik itu adalah tuntunan, tuntutan atau pun tunaan ( kerugian ) terlepas dari keberuntungan. Karena sejatinya hidup sendiri adalah suatu keberuntungan.
Aku masih berpegang teguh bahwa hidup adalah rangkaian rasa yang terus mengaliri setiap sadar dan ketidaksadaran kita. Kita tidak akan pernah bisa munafik kalau kita pernah merasakan jatuh cinta, marah, kesal, jengkel, bahagia, puas, kecewa dan berbagai perasaan lain yang kita sendiri tak bisa mendefinisikannya.
( to be continue............ )
read more

Selasa, 13 Maret 2012

Mencuri Wajahnya

Ini entah tahun berapa aku duduk seperti ini
Wajah wajah mereka tergantung erat dalam mataku lalu larut jauh di otakku
Mereka tak perlu tahu untuk apa aku kumpulkan mereka di hatiku
Tidak menjadi penting bila mereka ketahui
*******
Yang seperti apakah yang bisa menjadikan sore tak seperti sore ini, cerah tapi menyesakkan.
Aku mencintainya, tapi aku tak bisa sebentar saja untuk duduk di depannya, memandang matanya, senyumnya, atau hanya sekedar mendengar suaranya saja. Pelukkan yang dulu pernah diberikan telah memudar, dan aku lupa seperti apa ciuman itu aku nikmati.
Aku tak menginginkan sex darinya. Bagiku, aku bisa duduk makan malam sambil membicarkan segala yang aku sukai adalah lebih dari sekedar orgasme yang hanya bertahan tak lebih dari 5 menit.
Tak ada lagikah, ucapan yang bisa aku jadikan tuilsan dalam blog ini lagi?
Lalu mengapa setiap aku bertemu, aku tak bisa menjadi kekasihnya yang sesungguhnya? Ada yang tak aku ketahui tentang perasaannya. Dan aku semakin tidak paham hal itu.
********
read more

Sabtu, 10 Maret 2012

Yogyakarta di Pagi Purwokerto

Minggu berkabut tipis menggoda daun mahoni
Semilirnya tak mengirimkan apapun, hanya satir mengulum dalam
hatiku masih seperti dalam perjalanan di pagi itu
Gunung dihadapanku masih bermahkotakan gumpalan awan
Lalu mengapa jogja masih hadir di sini?
Izinkan aku untuk sepenuhnya pulang pada kenyataan
Tanpa melodi seperti pagi itu
Penuh selaksa hadir menghayutkan waktuku
aju duduk jauh dari senyumnya
tinggi mendekati gunung dihadapanku
lalu aku seperti semakin sepi.
Purwokerto tetaplah Purwokerto, diam
tanpa pernah paham jogja menangi-nangis di hatiku.
read more

Selasa, 06 Maret 2012

Nonton Pentas

Tadi adalah untuk pertama kalinya aku nonton pentas teater. Dan aku bener-bener antusias. Bukan karena aku pengen ikut akting macam mereka, tapi aku bisa ketemu orang yang dia ( mereka ) ngga mempermasalahkan aku seperti apa. Mereka enjoy, aku pun enjoy. Aku juga bisa ketemu sama orang yang aku sendiri ngga tahu kalo ternyata kami pernah ketemu. Dan aku benar-benar lupa. Padahal satu instansi ( tempat kerja ). Aku sempat berfikir macem-macem tentang orang itu. Kalo-kalo aku pernah ketemu terus aku amnesia. Ternyata bukan. Untung, meski ngarep iya. Hehehehehehehhe......
Aku rasa dia ngga terlalu jelek. Tapi aku pun ngga bisa ngarep banyak karena ku tahu kalo dia itu ngga seperti yang aku harapkan. Tapi it's OK. Bisa ngobrol sama dia aja, aku udah cukup seneng. Aku senang malam ini.
(* Thank to Mr. Shoni Asmoro, Mr. Akhmad Fauzan and Catur ( The Primagama's Instructur )


Pertunjukkan Teaternya, Keren..................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
(* Big Aplause to all Perisai's Personils.
read more

Jumat, 02 Maret 2012

Tanpa Lembayung Senja

Sudah berapa hari aku tak berjumpa dengan tirai senja. Apalagi aroma rumput yang teras semakin hijau di benakku. Rasanya aku ingin larut saja di pasinya langit sore ini. Pulang pun aku tak mampu. Padahal jenuh membungkam setiap tarikan nafasku. Mengapa harus ada galau di hujan sore ini? Bukankah udara pagi tadi cukup untuk menjadi bekal sampai sekiranya hari berganti malam. Aku takingin begini. Aku ini pulang saja, tapi bagaimana aku bisa pulang? Kalau senja saja terus seperti ini. Mungkinkah kota yang aku pernah bersamanya, berawankan pucat seperti ini?
Aku tak mau duduk seperti ini terus. Aku ingin kembali pada senja saat aku tak mengenal galau. Selalu ada tawanya, ada senyumnya, juga ada aroma tubuhnya yang terus melengkapi bahagiaku.
Tapi gerimis ini masih menjadikan basah setiap yang ada di bumi. Termasuk hati ini.
Jauh sekali waktu yang telah tertempuh. Jaraknya bukan lagi ukuran kilometer, tapi tak berbilang. Karena hanya aku yang bisa merasakn betapa aku ingin kembali merasakan perjalanan diantara lelah-lelah kami.
Kemana tetesan yang dari kemarin menghujam bumi ini? Secepat itukah semua itu menghilang? Padahal dua tahun aku tanpanya tak seperti itu. Aku masih saja merasakan berantakan. Betapa nyatanya semua tentang dia dalam hari tanpanya. Aku kangen cerita-ceritanya, juga aroma wangi tubuhnya.

- T 538 W -
******
Aku berusaha untuk mencintai yang lain, tapi aku belum juga mampu merasakan sebenarnya jatuh cinta. Mengapa aku harus seperti ini? Aku terkadang lelah, tapi aku merasa ini adalah yang harus aku lakukan, termasuk terus memaksa diri untuk bisa mencintainya. Bisa mencintainya, dengan semua hal bego yang aku lakukan.
Mengapa aku harus menunggu sesuatu yang tidak tentu seperti ini? Karena aku belum menemukan yang lebih darinya, yang benar-benar bisa memahami. Meski aku sadar, tak ada yang diharapkan dari cinta seperti ini.
Seharusnyakah aku duduk disampingnya, memeluknya dalam kedinginan ini, merasakan hembusan nafasnya lalu aku ingin selamanya seperti itu. Selamanya.
Aku tak ingin berkhayal tentang indahnya pertemuan pertama dimalam itu. Karena bagiku, itu tak penting. Aku hanya ingin dia bisa terus ada untukku ketika aku butuh semua tentang dia. Seperti sore ini yang penuh oleh gerimis dan langit pasi berbalut dingin.
Aku merindukan semua tentang dia.

- Anton -
read more