" Tadi benar aku menunggu kedatangan hujan. karena entah mengapa hatiku mengharapkan dia ada mengguyur perasaanku. Dan kini air yang menutupi permukaan telah merasuki segala kekeringan. Namun aku tak mendapatkan itu.
Ingin aku tulis segala yang aku rasakan diantara rinai yang kian menderas. Tapi tak ada rasa membelai kerinduan ini. Aku takut kehilangan semua yang ada.
Mengapa aku harus terkekang oleh apa yang membebaskan? Benarkah itu suatu kebohongan? Ingin aku selesaikan setiap yang aku rasakan dalam tulisanku. Namun kekuatanku seakan habis oleh daya pikiranku yang tak seberapa. "
Aku ingin menulis novel. Maksudnya melajutkannya. Tapi kata ustadz Zakaria itu dosa karena suatu bentuk kebohongan. Sementara kalau aku menulis kisah nyata, pikiranku seperti tidak sampai untuk menceritakan segala yang pernah terjadi.
Aku ingin seperti Habiburahman El Sirazy, Andrea Hirata juga yang paling baru penulis Novel Negeri 5 menara yaitu Ahmad Fuadi. Sungguh aku ingin tulisanku dibaca oleh orang. Aku ingin orang mengakui kemampuan menulisku. Buatku, menulis adalah pelepasan perasaan. Namun mengapa aku tidak bisa meneruskannya?
Besok, tidak ada ujian. Itu artinya, aku bisa sedikit bersantai. Meskipun sebenarnya setiap hari aku bersantai. Sebenarnya ada satu perasaan yang msih mengganjal di hatiku. Kenyataan bahwa aku telah menolak tawaran untuk mengajar. Dan aku beralasan kalau aku sedang Ujian. Padahal alasan utamanya adalah aku tidak siap untuk mengajar IPA. Kalau Matematika, Bahasa Indonesia, dan atau English, InsyaAllah aku bisa. Tapi kalo IPA, aku benar-benar tidak siap. Kemampuan ber IPA ku sangat sedikit. Apalagi Biologi. Ampun deh..............
Selain menulis, aku juga ingin serius belajar membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Mendalami agama dengan serius. Kemudian belajar bahasa Arab sedikit-demi sedikit. Aku ingin setelah lulus, aku bukan cuma lancar berbahasa Inggris tapi juga bisa memahami Al-Qur'an. Dan paling tidak bisa mengerti kalau ada orang berbahasa Arab.
Aku ingin melanjutkan kuliahku ke Luar negeri. Dan negara yang ingin aku tuju adalah Arab. Sebenarnya, aku masih bingung untuk menentukan negara mana yang bagus untuk tempat aku menimba S2. Di Eropa, Timur Tengah, atau Asia. Ah, itu belum terpikir secara matang.
Sekarang sudah waktu shalat Ashar. Aku harap Mas Fajar datang. Jadi aku bisa mengaji sore ini. Amin.
Ingin aku tulis segala yang aku rasakan diantara rinai yang kian menderas. Tapi tak ada rasa membelai kerinduan ini. Aku takut kehilangan semua yang ada.
Mengapa aku harus terkekang oleh apa yang membebaskan? Benarkah itu suatu kebohongan? Ingin aku selesaikan setiap yang aku rasakan dalam tulisanku. Namun kekuatanku seakan habis oleh daya pikiranku yang tak seberapa. "
Aku ingin menulis novel. Maksudnya melajutkannya. Tapi kata ustadz Zakaria itu dosa karena suatu bentuk kebohongan. Sementara kalau aku menulis kisah nyata, pikiranku seperti tidak sampai untuk menceritakan segala yang pernah terjadi.
Aku ingin seperti Habiburahman El Sirazy, Andrea Hirata juga yang paling baru penulis Novel Negeri 5 menara yaitu Ahmad Fuadi. Sungguh aku ingin tulisanku dibaca oleh orang. Aku ingin orang mengakui kemampuan menulisku. Buatku, menulis adalah pelepasan perasaan. Namun mengapa aku tidak bisa meneruskannya?
Besok, tidak ada ujian. Itu artinya, aku bisa sedikit bersantai. Meskipun sebenarnya setiap hari aku bersantai. Sebenarnya ada satu perasaan yang msih mengganjal di hatiku. Kenyataan bahwa aku telah menolak tawaran untuk mengajar. Dan aku beralasan kalau aku sedang Ujian. Padahal alasan utamanya adalah aku tidak siap untuk mengajar IPA. Kalau Matematika, Bahasa Indonesia, dan atau English, InsyaAllah aku bisa. Tapi kalo IPA, aku benar-benar tidak siap. Kemampuan ber IPA ku sangat sedikit. Apalagi Biologi. Ampun deh..............
Selain menulis, aku juga ingin serius belajar membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Mendalami agama dengan serius. Kemudian belajar bahasa Arab sedikit-demi sedikit. Aku ingin setelah lulus, aku bukan cuma lancar berbahasa Inggris tapi juga bisa memahami Al-Qur'an. Dan paling tidak bisa mengerti kalau ada orang berbahasa Arab.
Aku ingin melanjutkan kuliahku ke Luar negeri. Dan negara yang ingin aku tuju adalah Arab. Sebenarnya, aku masih bingung untuk menentukan negara mana yang bagus untuk tempat aku menimba S2. Di Eropa, Timur Tengah, atau Asia. Ah, itu belum terpikir secara matang.
Sekarang sudah waktu shalat Ashar. Aku harap Mas Fajar datang. Jadi aku bisa mengaji sore ini. Amin.