Tak ada langit seindah sore kemarin.
Juga ucapmu t'lah terbawa angin ke barat.
Tertinggal diriku di tepian sunyi.
Dimana pernah ada dirimu disenyumku.
Sesal diujung mimpi.
Di malam ni berlalu begitu saja tanpa tutur manismu.
Aku tak lagi mampu menatap bibirmu.
Tak lagi mampu merasakan hangatnya pagi berbagi mentari.
Aku ingin cari lagi senyummu
meski tersembunyi entah di simpang matamu.
Aku bimbang saat gelap merasuk rasaku karenamu.
Aku mengerti maumu.
Menjauh pada langkah,tak lagi berlanjut.
Aku paham pikirmu.
Anggaplah aku setetes air.
Menetes dan tak lagi menetes.
Namun tetap menetes dipeluhku.
Kau indah saat aku tatap.
Kau busuk saat kau berucap.
Maka janganlah berucap agar dapat ku nikmati rambutmu di mataku.
Meski itu dulu,
meski itu terkenang di hati.
Aku masih berharap pada pagi untuk mengerti inginku.
Kau kembali menyembuhkan sayatan cinta yang kau buat di tanganku.
Cinta ini dosa untuk aq rasakan.
1 komentar:
Ini untuk cintaku.
Meski tak lagi bersama,aku masih cinta.
Merindukanmu...
Aku hancur saat melihatmu.
Posting Komentar
Welcome....