Selasa, 17 Maret 2009

Cowokku Bukan Pacarku. eps: 2.

Malam menyelimuti kesepian seorang Gadis.Dia berusaha membaca pesan yang akan disampaikan bintang padanya.Telah letih Dia menanti kepastian amanat itu.Matanya tak lagi mampu membendung air kerinduannya.Pikirnya melayang tiga bulan lalu saat awal dia di SMA NUSA BANGSA.
"Hai,Gue boleh pinjem catatan Kimia loe ga?"pinta Suci saat kelas telah berangsur sepi.Dia baru ingat harus mencatat pelajaran yang tadi dia tinggal untuk urusan di BP.
"Boleh,ini."Anak yang sedari tadi sibuk membereskan buku dan alat tulisnya sendiri dengan senyum tipis menyodorkan buku bersampul biru pada Suci.
"Makasih ya..."balas Suci dengan senyuman pula.
"Besok dibawa ya..."
"Ship!!"sembari memamerkan ibu jari tangan kanannya.

"Gue ngga pernah nyangka kalo gue bakalan jatuh cinta sama Loe,Gung..."ucapnya lirih saat dia tersadar dari lamunannya.Matanya masih menerawang jauh ke langit gelap tanpa rembulan itu.Seakan berharap bisa menemukan satu bintang untuk penawar rindunya.Namun bintang tetap diam tanpa kata satu patah pun.Merasa Jemu,dia menutup tirai malamnya dan merebahkan diri di tempat tidur bercover Hello Kitty.Matanya terpejam berharap ada mimpi indah bersama yang dirindukannya.
************************************************************
Ini Hari Rabu.
Suasana sekolah di pagi hari masih seperti dulu.Beberapa siswa melangkah dengan riang optimis untuk mengahadapi hari-hari mereka.Suci berjalan dengan biasa saja.Tak ada yang istimewa baginya.Semalampun tak memimpikan apa-apa.Semuanya serba normal sampai dia duduk di bangku yang biasa dia tempati di kelas 12 IA 3.Sebuah buku dia keluarkan untuk menghibur diri.Dia baca sambil cekikikan.Novel Komedi Cinta yag ada di hadapannya mampu menjadikan dia sejenak terhibur.Tak terasa Bel masuk berbunyi.Sesegera mungkin dia memasukkan Novel yang dia pinjam di Perpus itu ke dalam laci mejanya.Karena akan berakibat fatal bila Pak Markus guru Kimia yang tak pernah terlambat masuk kelas mengetahui muridnya membaca buku lain selain Kimia di jam mengajarnya.
Dhani temen sebelahnya tengah sibuk dengan tabel unsur yang menjadi tugas Pak Markus.
"Loe udah selesai belum??????"Dhani mengawali percakapan.
"Udah."singkat Dia menjawab.Seakan tak menganggap ada di sampingnya.Matanya masih memandang Cowok berambut tebal yang dibelah tengah oleh pemiliknya.Agung Prakoso.Yang duduk di pojok kanan depan.Sesekali senyum tercipta di bibir tipisnya.Yang dipandangi tak pernah tahu.Suara bass Pak Markus membuyarkan pandangannya.Kembali dia mencoba memahami apa yang di jelaskan oleh Bapak berusia 40 tahunan itu.
"Ci,kalo di perhatiin banget Pak Markus manis juga ya......Apa lagi kalo senyum.Lesung pipitnya gitu lho....."Ucap Dhani tanpa melepas pandangn ke arah Gurunya.
"Loe suka sama Om - Om?????"
"Kalo Om - Omnya kaya' Pak Markus.Ngga apa-apa deh........"senyumnya tak mau lepas.
Dua jam telah berlalu.Pak markus pun telah meninggalkan kelas lima menit yang lalu.Kelas kembali tenang saat Pelajaran Bahasa Indonesia di mulai oleh Bu Merlin.Ibu Guru yang mendapat julukan Bu Menthok oleh murid-muridnya.Mungkin karena tubuhnya yang memiliki berat hampir 85 kg.
Dijam istirahat,seperti biasa Suci dan Dhani memilih di perpustakaan dari pada di Kantin.Suci akan mengembalikan Novel yang dia pinjam dua hari lalu.Suasana di perpusakaan tak seramai di kantin sekolah.Yang ada hanyalah anak-anak yang sibuk mencari buku paling menarik bagi masing-masing.Saat Suci sedang meletakan Novel yang dia pinjam di kotak buku pengembalian,matanya beradu dengan sepasang mata yang baru pertama di lihat.Mereka seakan tersihir oleh sinar mata lawan pandangnya.
"Woi...loe udah baca yang ini belum????"Dhani menepuk pundak Suci tiba-tiba.Menjadikan pandangan mereka terpecah.
"Udh,udah..udah..."Suci gelagapan sembari melihat buku yang di bawa Dhani.Cowok yang tadi di depan Suci berlalu dari hadapannya.Namun sayang,mata Suci tak kuasa menahan pandangan itu.Sampai dia menghilang di balik pintu.
"Loe,ngga kesambet kan Ci..??"tanya Dhani ragu.
"Matanya bening......"hanya itu yang bisa diucapkannya.Dhani menoleh kearah pintu.Tak ada yang bisa dia temukan selain Berto yang tengah menuju pintu untuk mennggalkan tempat yang penuh buku-buku itu.
(bersambung........)

0 komentar:

Posting Komentar

Welcome....