Pukul 12.30 AM. Aku belum mandi. Padahal aku sedang duduk sambil menikmati semilir sinyal Hotspot di salah satu pusat perbelanjaan di Purwokerto. Aku cuek. Ngga urusan dengan orang. Anggap aja aku PD. Ada enam orang yang beraktivitas sepertiku. Namun cuma aku dan perempuan berjijbab hitam yang memakai Netbook. Yang lain memakai tangtop. Eh, Laptop. Aktivitas yang aku lakukan saat di pantai hotspot, chatting di FB, bowser gambar "tanpa porno", cari artikel yang menarik, dan download music. Aku tak punya banyak waktu. Pukul dua nanti, aku harus sudah beranjak. Aku harus pulang sebelum hujan mengguyur. Weekend adalah saat yang menyenangkan juga membosankan. Aku senang, bisa main sepuasnya. Aku bosan tidak bertemu kawan-kawan kampus. Yang lebih miris, aku bimbang mau pulang kemana. Aku tidak punya rumah. Pulang ke rumah Pak Dhe, malas sangat. Pulang ke rumah orang tua, lebih parah, pulang ke mana? Andai Papah bisa datang padaku. Aku kangen Papah. Tapi aku tidak kangen Mama. Hiks.......hiks........hiks......
Meskipun demikian, aku rasakan hidupku indah. Aku punya sahabat-sahabat yang benar-benar memberi aku arti hidup yang sebenarnya. Mereka selalu terbuka. Aku pun diangap ada. Aku bersyukur bertemu mereka. Kami satu visi. Meski kami beda generasi. Aku selalu berterima kasih pada Allah yang tak sedikitpun menelantarkan aku. Dalam sedih, aku merasakan betapa murahnya Allah memberi aku air mata. Aku merasakan bebanku luluh terbawa tetes demi tetes air dari mataku. Menangis bukan hanya milik perempuan atau manusia yang lemah. Menangis milik semua orang. Laki-laki dan perempuan. Lemah dan kuat. Sahabat nabi pun menangis saat Rasullullah wafat. Mereka kehilangan sosok yang selalu menjadi pendamai setiap kegelisahan. Mereka kehilangan hakim yang adil. Kehilangan pemimpin yang penuh amanah. Tapi mereka tidak terus bersedih saja. Mereka bangkit. Mereka tetap kuat untuk melanjutkan hidup bersama Islam. Sampai Islam dapat kita rasakan sekarang.
Astaghfirullah, aku belum shalat dzuhur. Udah pukul 12.45. Di gedung ini mushala tidak ada. Ya Allah, tempat penting ko' tidak ada di gedung berlantai empat ini. Miris. Jadi aku harus pindah ke tempat lain. Sayang sekali aku masih ingin berselancar.
Sebelum aku tutup, ketahuilah apa yang kita lakukan akan berpengaruh pada masa kita mendatang. Entah itu kecil ataupun besar. Pasti berefek pada diri dan lingkungan kita. So, mari terus berbuat baik dan senantiasa berpikir positif.
Thaks!!!!!!!!!
0 komentar:
Posting Komentar
Welcome....