Baru saja kau lewati jalanan di antara pohon itu bukan?
Aku juga demikian. Aku lewati tanpamu. Tanpa angin dari rambut-rambutmu juga aroma khas bajumu.
Otakku tak kuat untuk berhenti dari semua tentangmu tadi. Makan eskrim, makan sate, atau hanya sepotong semangka yang kecil namun manis. Aku kirim SMS padamu meski aku teramat sadar bahwa yang disampingku itu adalah kau.
Aku seperti pohon-pohon di jalanan tadi. Mereka hanya berdiri, meski entah berapa ratus roda menindas aspal yang ia jajakan. Aku demikian. Telah banyak kata yang aku ucapkan padamu. Telah lelah jemari ini untuk menekan tuts-tuts keyboard kompuer. Aku tak ingin menulis. Tulisanku tak sebagus akhlakmu yang aku kagumi, sehingga aku mencintaimu. Aku ingin malam ini, kau kembali hadir. Agar aku tak merasa sendirian dijalanan.
Aku juga demikian. Aku lewati tanpamu. Tanpa angin dari rambut-rambutmu juga aroma khas bajumu.
Otakku tak kuat untuk berhenti dari semua tentangmu tadi. Makan eskrim, makan sate, atau hanya sepotong semangka yang kecil namun manis. Aku kirim SMS padamu meski aku teramat sadar bahwa yang disampingku itu adalah kau.
Aku seperti pohon-pohon di jalanan tadi. Mereka hanya berdiri, meski entah berapa ratus roda menindas aspal yang ia jajakan. Aku demikian. Telah banyak kata yang aku ucapkan padamu. Telah lelah jemari ini untuk menekan tuts-tuts keyboard kompuer. Aku tak ingin menulis. Tulisanku tak sebagus akhlakmu yang aku kagumi, sehingga aku mencintaimu. Aku ingin malam ini, kau kembali hadir. Agar aku tak merasa sendirian dijalanan.
0 komentar:
Posting Komentar
Welcome....