Kamis, 05 April 2012

CURHAT

Ketika aku menulis ini, mungkin di tanggal Blog ini akan tertulis 5 April 2012. Padahal, aku menulisnya 6 April 2012 pagi sekitar jam 8 an. Aku ngga tahu kenapa settingan di blogku berubah.
Pagi ini, kampusku sepi sangat. Secara hari libur. Dan aku duduk sendirian di kantin hanya untuk koneksi hotspot. Semua kios di kantin tutup.
Suatu pagi, Temanku seperti ini kepadaku :
Pagi ini, aku ingin cerita tentang orang yang aku cintai, mungkin kamu bosan berbicara tentang cinta. Aku pun sebenarnya seperti itu. Tapi izinkan aku untuk berbicara tentang cinta pagi ini.
Terkadang, menjadi orang yang mencintai seseorang yang sudah memiliki cinta lain dan tak lagi mengganggap ada itu adalah hal bodoh. Mengapa harus ada kata setia yang ujungnya hanya pembohongan saja.
Aku mencintainya sebisa aku mencintainya. Kami belum ada ikatan, tapi aku seperti terikat olehnya. Sehingga untuk berpaling aku sungguh tak sanggup. Bagiku, cukup dia yang aku temui untuk aku cintai. Meskipun aku tak dia anggap ada.
Sudah beberapa hari terakhir ini, kami tak bertemu. Bahkan telpon pun tak kami lakukan. Sebenarnya, aku sudah mencoba menghubunginya, tapi dia seperti tak mau dihubungi. Aku jadi merasa ada kesalahan yang aku perbuat tanpa aku sadari telah melukainya. Aku pun berfikir, kesalahan apa itu. Tapi aku rasa, aku tak melakukan apapun. Maka aku berasumsi kalau memang dia tak mau lagi ada hubungan. Secara perasaan, aku sakit. Tapi aku tak mau menjadi sakit hanya karena hal semacam itu. Mungkin kamu akan dengan mudahnya bilang : " Dengan kamu putus hubungan dengannya, bukankah akan menjadi lebih mudah kamu mencari yang lain? " Menurutmu itu mudah, tapi tidak bagiku. Sekali lagi, aku seperti terikat oleh semua yang dia miliki. Fisik, aku anggap dia lumayan OK. Wajah kalau dibuat maksimal 100, dia mendapat 86. Materi, aku rasa tak ada yang kurang. Dia punya mobil, punya perusahaan, dan dia orang yang mandiri dan ulet. Itu lah megapa aku tak ingin lepas dari dia. Tapi maaf, bukan karena materi.
Aku rasa, mencari orang seperti itu di kota Purwokerto itu, tidak mudah. Apalagi saat ini, orientasi kebanyakan orang kalau bukan duit, ya Seks. Setelah dua hal itu didapat, ya sudah tak ada lagi hubungan. Alias Loe Gue End....
Kalau dibilang mencari yang lain itu mudah, memang. Tapi menjalin hubungan itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Dan sekali lagi, mencari orang seperti dia itu tidak mudah. Yang jelas, cukup bagiku untuk mencintai dia saja. Tak ada yang lain. Sekalipun dia tak pernah ada untukku. # Bego.....

******

Masih tentang orang yang aku cintai. Kali ini, aku sendiri yang cerita.
Menurutmu, Ayah atau aku biasa panggil itu Papah itu orang yang seperti apa?
Kalo aku bilang, Papah itu orang yang baik banget ke aku. Yang selalu menjadikan aku kangen, yang selalu menjadikan aku ingin ngajak berantem, yang selalu bisa bikin aku nangis, yang selalu aku rindukan pelukkannya.
Semenjak aku tak lagi bersama Papah, aku ngerasa kalo aku semakin berantkaan. Tak ada yang bisa menjadikan aku merasakan hari-hariku penuh semangat. Mungkin ini karena aku terlalu mencintainya. Atau bagaimana, aku tak paham. Yang jelas, aku sangat mencintai Papah Yusuf Gunawan Santoso.
Di kampus, aku mencoba untuk mencari orang yang bisa menjadikan aku merasa tak perlu untuk diam saja. Aku ingin menjalani hidup ini penuh dengan keindahan. Penuh dengan semangat, dan aku merasa aku ingin bisa ganggap Pak Regowo sebagai Paphku di kampus ini. Tapi aku pun sadar, tak ada ikatan apapun. Kalau Melly Guslaw bilang, ini itu, nggantung. Dan memang benar diagntung itu ngga enak sama sekali. Aku mencoba untuk bersikap dewasa, meskipun aku merasa belum juga bisa dewasa.
Aku masih butuh Paph dalam hari-hariku.

*********

0 komentar:

Posting Komentar

Welcome....