Sudah berapa hari aku tak berjumpa dengan tirai senja. Apalagi aroma rumput yang teras semakin hijau di benakku. Rasanya aku ingin larut saja di pasinya langit sore ini. Pulang pun aku tak mampu. Padahal jenuh membungkam setiap tarikan nafasku. Mengapa harus ada galau di hujan sore ini? Bukankah udara pagi tadi cukup untuk menjadi bekal sampai sekiranya hari berganti malam. Aku takingin begini. Aku ini pulang saja, tapi bagaimana aku bisa pulang? Kalau senja saja terus seperti ini. Mungkinkah kota yang aku pernah bersamanya, berawankan pucat seperti ini?
Aku tak mau duduk seperti ini terus. Aku ingin kembali pada senja saat aku tak mengenal galau. Selalu ada tawanya, ada senyumnya, juga ada aroma tubuhnya yang terus melengkapi bahagiaku.
Tapi gerimis ini masih menjadikan basah setiap yang ada di bumi. Termasuk hati ini.
Jauh sekali waktu yang telah tertempuh. Jaraknya bukan lagi ukuran kilometer, tapi tak berbilang. Karena hanya aku yang bisa merasakn betapa aku ingin kembali merasakan perjalanan diantara lelah-lelah kami.
Kemana tetesan yang dari kemarin menghujam bumi ini? Secepat itukah semua itu menghilang? Padahal dua tahun aku tanpanya tak seperti itu. Aku masih saja merasakan berantakan. Betapa nyatanya semua tentang dia dalam hari tanpanya. Aku kangen cerita-ceritanya, juga aroma wangi tubuhnya.
- T 538 W -
******
Aku berusaha untuk mencintai yang lain, tapi aku belum juga mampu merasakan sebenarnya jatuh cinta. Mengapa aku harus seperti ini? Aku terkadang lelah, tapi aku merasa ini adalah yang harus aku lakukan, termasuk terus memaksa diri untuk bisa mencintainya. Bisa mencintainya, dengan semua hal bego yang aku lakukan.
Mengapa aku harus menunggu sesuatu yang tidak tentu seperti ini? Karena aku belum menemukan yang lebih darinya, yang benar-benar bisa memahami. Meski aku sadar, tak ada yang diharapkan dari cinta seperti ini.
Seharusnyakah aku duduk disampingnya, memeluknya dalam kedinginan ini, merasakan hembusan nafasnya lalu aku ingin selamanya seperti itu. Selamanya.
Aku tak ingin berkhayal tentang indahnya pertemuan pertama dimalam itu. Karena bagiku, itu tak penting. Aku hanya ingin dia bisa terus ada untukku ketika aku butuh semua tentang dia. Seperti sore ini yang penuh oleh gerimis dan langit pasi berbalut dingin.
Aku merindukan semua tentang dia.
- Anton -
Aku tak mau duduk seperti ini terus. Aku ingin kembali pada senja saat aku tak mengenal galau. Selalu ada tawanya, ada senyumnya, juga ada aroma tubuhnya yang terus melengkapi bahagiaku.
Tapi gerimis ini masih menjadikan basah setiap yang ada di bumi. Termasuk hati ini.
Jauh sekali waktu yang telah tertempuh. Jaraknya bukan lagi ukuran kilometer, tapi tak berbilang. Karena hanya aku yang bisa merasakn betapa aku ingin kembali merasakan perjalanan diantara lelah-lelah kami.
Kemana tetesan yang dari kemarin menghujam bumi ini? Secepat itukah semua itu menghilang? Padahal dua tahun aku tanpanya tak seperti itu. Aku masih saja merasakan berantakan. Betapa nyatanya semua tentang dia dalam hari tanpanya. Aku kangen cerita-ceritanya, juga aroma wangi tubuhnya.
- T 538 W -
******
Aku berusaha untuk mencintai yang lain, tapi aku belum juga mampu merasakan sebenarnya jatuh cinta. Mengapa aku harus seperti ini? Aku terkadang lelah, tapi aku merasa ini adalah yang harus aku lakukan, termasuk terus memaksa diri untuk bisa mencintainya. Bisa mencintainya, dengan semua hal bego yang aku lakukan.
Mengapa aku harus menunggu sesuatu yang tidak tentu seperti ini? Karena aku belum menemukan yang lebih darinya, yang benar-benar bisa memahami. Meski aku sadar, tak ada yang diharapkan dari cinta seperti ini.
Seharusnyakah aku duduk disampingnya, memeluknya dalam kedinginan ini, merasakan hembusan nafasnya lalu aku ingin selamanya seperti itu. Selamanya.
Aku tak ingin berkhayal tentang indahnya pertemuan pertama dimalam itu. Karena bagiku, itu tak penting. Aku hanya ingin dia bisa terus ada untukku ketika aku butuh semua tentang dia. Seperti sore ini yang penuh oleh gerimis dan langit pasi berbalut dingin.
Aku merindukan semua tentang dia.
- Anton -
0 komentar:
Posting Komentar
Welcome....