Sabtu, 19 Mei 2012

PAPAH

Aku seperti tak mengenal ayahku. Lelaki yang pernah menjadikan aku kuat untuk bisa menjalani hidup yang terkadang berat. Sapaan dan canda tawanya masih saja memenuhi sisa-sisa sepiku. Semakin membawaku untuk mengenang semuanya lalu aku duduk diam tak berdaya oleh sengatan kerinduan.
Bagaimana caranya aku bisa bertemu dengannya? Bila keraguan tetap menyelimuti kepekatan hati ini. Tentang perempuan yang menjadikan kami seperti tak perlu untuk berbicara lagi.
Ciuman yang indah yang aku rasakan hanyalah mimpi di malam kemarin. Pandangan terindah yang pernah aku pandang sebatas khayalan yang terkhayal kemarin malam. Lalu masih bisakah aku merasakan hangat pelukan tubuhnya seperti ketika aku diam oleh dinginnya malam saat perjalanan pulang dua tahun lalu?
" Pah, aku kangen papah. Kangen banget. "

0 komentar:

Posting Komentar

Welcome....