Senin, 14 Mei 2012

Tentang " Lovely Man "

Minggu kemarin aku baru saja berkunjung ke tempat saudaraku di Bekasi, tepatnya di Cikarang. Aku pernah tinggal kurang lebih dua tahun lamanya disana. Setiap kali aku berkunjung kesana, aku selalu meluangkan waktuku untuk bersepeda mengitari kawasan Lippo Cikarang. Menurut aku, Lippo Cikarang adalah tempat yang lengkap, seperti semboyannya " Kota Terlengkap di Timur Jakarta ". Tapi bukan tentang Lippo Cikarang yang akan aku bahas disini. Melainkan sebuah film yang aku tonton di Cinema 21, Mall Lippo Cikarang. Sekedar informasi saja, aku sangat suka menonton film, segala macam film. Kalau Blue Film??? Hehehehehehehehe..............
Awalnya aku tahu judul film ini dari internet, tapi lupa dari mana tepatnya. Tertarik dengan tema yang ditawarkan oleh film tersebut, aku baca sinopsis nya dan langsung berkeras hati untuk menontonnya suatu saat nanti. Nah, pada saat jalan-jalan ke Mall Lippo Cikarang, aku melihat poster Film ini di deretan film yang sedang diputar. Langsung aku beli tiketnya dan setelah makan di Solaria Restaurant, aku menontonnya. Ini nih, tiketnya  :

Sebelum membahas cerita dalam Film ini, aku mau bahas dulu tentang tiket bioskop ini. Terakhir aku mengunjungi Cinema 21 itu sekitar bulan November tahun 2011 dan sekarang sudah Mei 2012. Berapa bulan ya.....Sekitar tujuh bulanan kali ya....( kayak orang hamil aja tujuh bulanan ) hehehehehe....
Dulu, sistem pembelian tikletnya masih manual alias pakai tiket kertas yang cara mengisinya masih menggunakan tulisan tangan. Sama persis seperti di Rajawali 21 Purwokerto. Tapi kemarin, sudah berubah. Sistem pesan tempat duduk dan pembelian lewat komputer. Dan tiketnya seperti yang ada di gambar. Tapi maaf, gambar yang bawah terbalik.


Hehehehehhe..........
Ya, judul film yang aku tonton adalah Lovely Man. Film yang telah mendapatkan penghargaan di pemutaran perdananya di Busan International Film Festival, Korea Selatan pada tanggal 7 Oktober 2012 ini, dibintangi oleh Doni Damara dan Raihaanun Soeriatmadja - istri Teddy Soeriatmadja -. Berkisah tentang seorang anak perempuan bernama Cahaya ( Raihaanun S ) yang pergi ke Jakarta dengan tujuan untuk mencari bapaknya yang telah meninggalkannya sejak usia empat tahun. Raihaanun pergi ke Jakarta seorang diri, hanya alamat dan foto dirinya ketika kecil dan bapaknyalah yang ia simpan dengan hati-hati seakan itu adalah hartanya yang paling berharga yang ia  miliki di jakarta. Setelah bertanya pada orang-orang, akhirnya gadis berusia 19 tahun itu menemukan tempat tinggal bapaknya, yaitu di rumah susun. Setelah mengetuk pintu beberapa kali dan selalu tak ada jawaban dari ketukan pintunya, seorang ibu-ibu ( tetangga ) memberi tahu kalau Si Ipuy ( Doni Damara ) - yang tinggal di kamar itu -sudah pergi untuk bekerja. Padahal hari sudah malam, dini hari. Bapaknya Cahaya bernama Saiful tapi di rumah susun tersebut terkenal dengan panggilan Si ipuy. Tetangga tersebut memberi tahu tempat kerja Si Ipuy, yaitu di daeah jembatan dekat rumah susun tersebut. Setelah Cahaya ke daerah Jembatan tersebut, dia tak mendapati adanya perkantoran atau toko di daerah tersebut, hanya ada beberapa banci yang sedang berdiri dengan polah tingkah masing-masing. Cahaya bertanya pada salah satu banci tersebut tentang keberadaan Saiful, tapi Banci tersebut tidak tahu. Namun setelah Cahaya menyebut nama Si Ipuy, banci tersebut baru paham. Lalu dia menunjuk salah satu banci berpakaian serba minim berwarna merah menyala yang sedang merokok pada Cahaya.
Ketika Cahaya mendekatinya, ada perasaan takut yang akhirnya menjadikannya mengundurkan diri dari niatnya untuk menemui banci tersebut.
Film ini lebih banyak berisi dialog antara Cahaya dan Si Ipuy, dialog antara anak dengan lelaki yang telah meninggalkan anak istrinya selama 15 tahun.
Setiap air mata yang dijatuhkan Cahaya, seakan memberitahukan pada kita bahwa betapa sakitnya hidup yang dijalani oleh seorang anak perempuan lulusan pesantren yang hamil diluar nikah dan melihat kondisi lelaki yang dicarinya jauh dari apa yang diharapkan. Namun, dia tetap tegar. Menerima kondisi orang yang kita cintai apa adanya adalah salah satu pesan yang ingin disampaikan dalam film ini.
Sekarang, apakah kita yang hidup di dunia nyata, bukan dunia film akan bisa setegar Cahaya? Yang ketika berjalan bersama bapaknya selalu dilihat banyak orang, yang bapaknya selalu diganggu orang karena penampilannya? Ditambah lagi mendapati dirinya anak pesantren namun hamil diluar nikah?
Menurut aku ini bukanlah hal yang mudah. Mungkin bila Cahaya tidak kuat imannya, dia akan menjatuhkan dirinya di jembatan tempat bapaknya bekerja mencari uang untuk dikirim padanya setiap bulan tanpa terlambat. Begitu juga dengan kita, kita pun mungkin akan sering mengeluh, mengaduh, menganggap Tuhan itu tidak adil, padahal Tuhan adalah Dzat Yang Maha Adil. Kemungkinan kita juga akan punya rencana untuk mengakhiri hidup kita, Na'udzubillahhimindalik...........
Oke, itu sedikit dari aku tentang Film Lovely Man. Aku bilang Film ini keren banget........... Doni Damara bisa akting sehebat itu, padahal dia itu Lekong Cakra Birawa Bo............. (Lho kok jadi ikut-ikutan ) hehehehehehehehhehe................................................................
Tunggu aja deh Film itu di kota kamu. Kalau kota besar, pasti sudah tayang. Tapi kalau kota kecil seperti Purwokerto, ngga tahu tayangnya kapan.
See You.............


Oh iya, ini nih posternya :




















0 komentar:

Posting Komentar

Welcome....