Setelah beberapa hari aku tidak memberi makan blog ini, aku merasa sangat berdosa. Seperti habis bercinta sama pacar shabat sendiri kali ya.......... * Bercinta???????
Baiklah, demi kelangsungan hidup makhlukmaya ini, aku sempatkan cukup banyak waktu untuk menulis sesuatu di sini. * Sesuatu banget deh... - Muntah-muntah.....
Sebenernya sangat banyak yang ingin aku ceritakan pada kalian. Tentang kunjungan aku ke Solo dan Jogja di tanggal 24 November kemarin, tentang aktivitas aku di radio, atau tentang perasaan aku pada seseorang yang sebenarnya tidak pantas untuk aku beberkan di muka publik. * Loe pikir siape, Ion??????? Artis?????
Setelah aku bermeditasi selama tujuh tahun di gua tengkorak ( * ngaco ), aku putuskan untuk menulis tentang sesuatu yang baru dalam hidupku. Apakah itu?????? TIDUR. Kalau Siti Nurhaliza punya Cinta Tak Biasa, aku pun punya Tidur Tak Biasa. Tak biasanya dimana? Selain posisinya, juga tempatnya. Untuk masalah posisi, mungkin tidak perlu serius di bahas. Karena tidur dengan posisi duduk, sudah bukan hal yang asing. Tapi kalau tidur dimana pun berada, ini perlu di selesaikan pembahasannya.
Beberapa hari terakhir aku mengalami uninsomnia ( mudah tidur - * maksa ). Hampir setiap hari dan setiap kuliah, aku tertidur di kelas. Baik pagi, siang, atau sore, aku selalu nyaman menutup mata diantara ceramah bapak atau ibu dosen dan diantara celoteh mahasiswa-mahasiswa geje. Pertunjukkan tidurnya aku, menjadi hal yang menarik bagi teman-teman sekelas aku. Mereka mengabadikan moment berharga itu dalam berbagai angle photo. Aku sadar ketika mereka telah berhasil mencuri wajahku yang sedang dalam keadaan tidak sopan. * ?????
Alokasi waktu untuk kuliah Belajar Pembelajaran dengan bonus tidur tadi siang adalah seperti ini. 10 menit pertama adalah menanti kehadiran bapak atau ibu dosen. 10 menit kedua, aku masih sibuk dengan buku catatan aku yang ternyata tak ada catatan tentang materi minggu kemarin. 10 menit ketiga, aku sedikit aman dalam memperhatikan penjelasan dosen. Lalu menginjak 10 menit selanjutnya, aku mulai tidak sadarkan diri dan akhirnya Uya Kuya menghipnotis aku dengan bakaran kertasnya. Entah berapa lama, aku tersadar kembali. Dan aku lihat jam di dinding. 11. 25. artinya, kuliah tinggal 5 menit lagi. Benar, ibu dosen mengucapkan terima kasih atas kehadirannya. Dan teman-temanku sudah rapi. Buku-buku mereka sudah masuk tas. Dan aku, masih antara sadar dan tidak sadar. Menyaksikan kepergian dosen kami meninggalkan ruang kuliah. Bingung. * berapa lamakah aku tertidur....??????
Ternyata, aktivitas tidur di kelas bukan hanya aku yang mengalaminyanya. Tapi temenku di Fakultas Agama Islam pun demikian.
Ini gambar yang berhasil di abadikan oleh teman sekelasnya ( Deni, maafkan aku belum izin mengupload muka jelek kamu- hehehehehhe..... ) :
Untuk pose tidur indahku di kelas, Alhamdulillah aku tidak punya. Kalau kalian mendapatinya baik di Facebook atau di Twitter, itu adalah suatu anugerah yang tak terhingga nilainya.
Selain di kelas, aku juga bisa tidur ditempat-tempat yang tak terduga. Tempat favorit aku untuk tidur selain di kelas adalah di angkutan umum atau di bus. Meskipun si Pak Supir kalau mengendarai kuda, bukan angkutan itu suka sesuka pusernya sendiri, tapi aku berasa berbaring diayunan di dawah pohon bersar dan angin semilir bertiup pelan. Oh, nyamannya dunia. * Gubrak.....Ini di angkot, Bu.
Kemudian aku pun bisa tertidur pulas di perpustakaan tanpa rasa berdosa. Lalu di toko buku. Tapi untuk tertidur di pasar tradisional belum aku coba. Mungkin dalam waktu dekat, aku akan mencobanya. *cengir kuda.
Ini pose tidur temanku di salah satu ruangan samping masjid kampus. Tanpa tedeng eling-eling, dia duduk di kursi lalu menutup mata dengan santainya. Padahal pada saat itu, kami sedang sibuk.
Oke, tidak adil rasanya kalau aku tidak menunjukkan aksi tidur biadapku. Tadi siang aku jalan-jalan ke GRAMEDIA PURWOKERTO. Dari kampus berniat hanya ingin membaca buku, tidak lebih ( * pahamilah, kami mahasiswa bokek diawal bulan ). Setelah aku mengambil buku kumpulan cerpen MADRE nya Dewi Lestari, aku memposisikan diri di tempat baca dengan nyamannya. Berniat membaca paling tidak satu judul cerpen tapi, belum juga sampai halaman ke 4, aku sudaah tak tersadarkan lagi. Aku tertidur seperti ini.
Baiklah, demi kelangsungan hidup makhlukmaya ini, aku sempatkan cukup banyak waktu untuk menulis sesuatu di sini. * Sesuatu banget deh... - Muntah-muntah.....
Sebenernya sangat banyak yang ingin aku ceritakan pada kalian. Tentang kunjungan aku ke Solo dan Jogja di tanggal 24 November kemarin, tentang aktivitas aku di radio, atau tentang perasaan aku pada seseorang yang sebenarnya tidak pantas untuk aku beberkan di muka publik. * Loe pikir siape, Ion??????? Artis?????
Setelah aku bermeditasi selama tujuh tahun di gua tengkorak ( * ngaco ), aku putuskan untuk menulis tentang sesuatu yang baru dalam hidupku. Apakah itu?????? TIDUR. Kalau Siti Nurhaliza punya Cinta Tak Biasa, aku pun punya Tidur Tak Biasa. Tak biasanya dimana? Selain posisinya, juga tempatnya. Untuk masalah posisi, mungkin tidak perlu serius di bahas. Karena tidur dengan posisi duduk, sudah bukan hal yang asing. Tapi kalau tidur dimana pun berada, ini perlu di selesaikan pembahasannya.
Beberapa hari terakhir aku mengalami uninsomnia ( mudah tidur - * maksa ). Hampir setiap hari dan setiap kuliah, aku tertidur di kelas. Baik pagi, siang, atau sore, aku selalu nyaman menutup mata diantara ceramah bapak atau ibu dosen dan diantara celoteh mahasiswa-mahasiswa geje. Pertunjukkan tidurnya aku, menjadi hal yang menarik bagi teman-teman sekelas aku. Mereka mengabadikan moment berharga itu dalam berbagai angle photo. Aku sadar ketika mereka telah berhasil mencuri wajahku yang sedang dalam keadaan tidak sopan. * ?????
Alokasi waktu untuk kuliah Belajar Pembelajaran dengan bonus tidur tadi siang adalah seperti ini. 10 menit pertama adalah menanti kehadiran bapak atau ibu dosen. 10 menit kedua, aku masih sibuk dengan buku catatan aku yang ternyata tak ada catatan tentang materi minggu kemarin. 10 menit ketiga, aku sedikit aman dalam memperhatikan penjelasan dosen. Lalu menginjak 10 menit selanjutnya, aku mulai tidak sadarkan diri dan akhirnya Uya Kuya menghipnotis aku dengan bakaran kertasnya. Entah berapa lama, aku tersadar kembali. Dan aku lihat jam di dinding. 11. 25. artinya, kuliah tinggal 5 menit lagi. Benar, ibu dosen mengucapkan terima kasih atas kehadirannya. Dan teman-temanku sudah rapi. Buku-buku mereka sudah masuk tas. Dan aku, masih antara sadar dan tidak sadar. Menyaksikan kepergian dosen kami meninggalkan ruang kuliah. Bingung. * berapa lamakah aku tertidur....??????
Ternyata, aktivitas tidur di kelas bukan hanya aku yang mengalaminyanya. Tapi temenku di Fakultas Agama Islam pun demikian.Ini gambar yang berhasil di abadikan oleh teman sekelasnya ( Deni, maafkan aku belum izin mengupload muka jelek kamu- hehehehehhe..... ) :
Untuk pose tidur indahku di kelas, Alhamdulillah aku tidak punya. Kalau kalian mendapatinya baik di Facebook atau di Twitter, itu adalah suatu anugerah yang tak terhingga nilainya.
Selain di kelas, aku juga bisa tidur ditempat-tempat yang tak terduga. Tempat favorit aku untuk tidur selain di kelas adalah di angkutan umum atau di bus. Meskipun si Pak Supir kalau mengendarai kuda, bukan angkutan itu suka sesuka pusernya sendiri, tapi aku berasa berbaring diayunan di dawah pohon bersar dan angin semilir bertiup pelan. Oh, nyamannya dunia. * Gubrak.....Ini di angkot, Bu.
Kemudian aku pun bisa tertidur pulas di perpustakaan tanpa rasa berdosa. Lalu di toko buku. Tapi untuk tertidur di pasar tradisional belum aku coba. Mungkin dalam waktu dekat, aku akan mencobanya. *cengir kuda.
Ini pose tidur temanku di salah satu ruangan samping masjid kampus. Tanpa tedeng eling-eling, dia duduk di kursi lalu menutup mata dengan santainya. Padahal pada saat itu, kami sedang sibuk.
Oke, tidak adil rasanya kalau aku tidak menunjukkan aksi tidur biadapku. Tadi siang aku jalan-jalan ke GRAMEDIA PURWOKERTO. Dari kampus berniat hanya ingin membaca buku, tidak lebih ( * pahamilah, kami mahasiswa bokek diawal bulan ). Setelah aku mengambil buku kumpulan cerpen MADRE nya Dewi Lestari, aku memposisikan diri di tempat baca dengan nyamannya. Berniat membaca paling tidak satu judul cerpen tapi, belum juga sampai halaman ke 4, aku sudaah tak tersadarkan lagi. Aku tertidur seperti ini.
Setelah sekian menit mungkin, aku terbangun setelah merasakan colekan dan desahan singanya Pak Satpam. Temen disebelahku hanya cekakak-cekikik macam orang kesedak biji salak. * Seharusnya aku menitipka dulu mukaku di counter penitipan, atau melepas topeng asliku aja ya.....
Rasanya, cukup dulu kuliah tidur kita. Aku sudah ingin tidur.
Tidur lagi....tidur lagi........ Tidur....samapi pagi.
NB : - Mohon maaf kepada Mamas Abid juga Deni yang fotonya aku upload tanpa sepengetahuan kalian. Hehehehhehehehe.........
- Terima kasih buat Havid yang telah dengan sukarela memotret aku yang tidak lagi OK.
- Terima kasih buat kalian yang udah buka www.ionpositive.blogspot.com
see you yah................


0 komentar:
Posting Komentar
Welcome....