Ternyata apa yang kita tulis di pagi hari itu benar-benar mensugesti diri kita kalau itu lah yang akan kita rasakan selama menjalani hari itu. Sebagai contoh, ketika dulu aku menulis kalimat “ Aku bahagia pagi ini “ secara tidak sadar, aku mendapati banyak hal yang membuat aku terus merasakan kalau aku itu tidak pantas untuk bersedih. Masih banyak kalimat-kalimat positif lain yang pernah aku pasang di status FB dan aku merasakannya sepanjang pagi itu. Termasuk kalimat yang aku pasang di pagi kemarin. Sepanjang hari kemarin, aku merasakn tidak sehat. Benar-benar tidak sehat, aku sakit < jiwa >.
Aku tetap menjalankan rencanaku untuk pulang ke rumah. Tapi sebelumnya aku memberakan terlebih dahulu barang-barangku yang setidaknya bisa aku bawa pulang. Karena semester besok, aku ingin tidak lagi di tempat itu. tidak lagi di tempat yang aku sendiri tidak punya hak untuk tinggal di sana. Aku merasa sebagai parasit di sana.
Berjalan kaki diantara deru mobil dan motor menuju perempatan adalah hal yang kadang menyebalkan, kadang menyenangkan. Tapi aku coba untuk membuat menyenangkan. Angap saja aku sedang backpacker-an. Tapi tidak, ada sedikit malu di sini. Masalahnya, ini masih daerah Purwokerto dan masih dilalui banyak mahasiswa-mahasiswa kampusku. Ah, biarlah...........
Angkot yang aku tunggu akhirnya datang dan aku adalah penumpang satu-satunya yang ada di angkot warna orange itu. Aku galau, kemana aku akan menuju. Perut tersa lapar sangat, aku belum sarapan waktu itu. Hanya meminum setengah botol air minum mineral saja. Maka aku putuskan untuk ke KFC di SRI RATU Dept. Store Purwokerto. Dan parah. Ke restoran cepat saji di jam makan siang adalah hal yang bodoh. Benar-benar bodoh, sudah pasti lah tidak ada tempat untuk makan. Dan antrian seperti bermain ular naga panjang saja. Maka aku hanya numpang lewat. Keluar dari gedung berlantai empat itu, aku merasakn kalau hari akan hujan, langit terasa sekali mendhungnya. Dan memang benar. Baru saja aku menyebarang jalan, rintik hujan langsung menerpa dengan derasnya. Ugh......sakit , aku bilang.
Berteduh di emperan toko pulsa milik orang yang tidak dikenal, adalah hal tidak mengenakkan yang selalu dilakukan oleh orang bila terjebak hujan. Itu yang aku rasakan. Makan aku putuskan untuk membeli 10.000 pulsa IM 3 ku. Hujan masih sangat deras, bahkan sepertinya menderas. Sempat terjadi kemacetan di jalan depanku. Aku tidak tahu awalnya, namun ternyata karena tempat parkir MORO Dept. Store telah penuh dan masih ada saja yang menunggu di depan pintu gerbang.
Aku rasa 25 menit adalah waktu yang cukup lama untuk hanya sekedar berdiri tanpa melakukan hal-hal yang sekiranya berguna bagiku. Lumayanlah, tidak begitu deras lagi. Gerimis tidak begitu berat aku pikir untuk berjalan menuju MORO Dept. Store berniat untuk makan. Hanya untuk makan, setelah itu pulang. Tapi kebodohan masih saja tak lepas dari otakku. Hari minggu apalagi hari sedang hujan, sudah bisa di pastikan tidak ada tempat untuk makan meskipun FOOD COURT ada dua tempat. Lantai satu penuh dan orang-orang berdiri terasa sungguh menyedihkan. Lalu aku berpikir semoga di lantai dua ada setidaknya satu bangku saja untukku. Tapi tidak. Lantai dua lebih penuh. Arghhhh.......... Aku kelaparan. Rasanya, aku ingin marah-marah di tempat itu. Tapi untuk apa????? Tak ada yang perlu aku marahi, tak ada yang perlu aku maki. MORO di hari biasa saja sudah ramainya macam pasar malem, apalagi itu adalh hari minggu, ugh.......betapa BT nya ngantri panjang di Kasir. Meskipun ada lebih dari 15 kasir.
Hari masih saja gerimis. Aku terus saja menggerutu tentang betapa laparnya aku waktu itu, tapi tak ada yang bisa aku perbuat. Hujan, tempat makan penuh, dan aku tertinggal dua angkot yang menuju ke tempat ku. Argh......!!!!!!
Akhirnya aku putuskan untuk berjalan, entah kemana. Diantara kemacetan dan genangan air hujan, aku menyusuri jalanan dengan hati dongkol. Benar-benar dongkol. 100 meter kurang lebih aku berjalan. Lelah, aku lelah, dan bodoh. Angkot akan datang 30 menit lagi mungkin, dan pasti akan penuh. Daripada aku menanti sesuatu yang tidak pasti, maka aku putuskan untuk mendial nomor telephone Taksi. Damn it!!!!! Jaringan sibuk. Dua kali aku telpon, masih sibuk. What the hell............!!!!!!!! Aku bilang. Tapi aku sedikit beruntung, ada taksi dari arah berlawanan, langsung saja aku panggil. Setelah berputar arah, taksi itu berhenti di depanku. Lalu aku buka pintunya dan rasa bodohku belum selesai. Gagang pintu dalah taksi itu, rusak. Telah rusak tepatnya. Aku tidak berani menarik keras-keras, karena aku tahu itu pasti akan lepas. Benar saja, pada saat sopir taksi menarik gagang pintu untuk memastikan kalau pintu sudah aman, gagang pintu tertepas. Jadi sempurna. Pintu tanpa gagang pintu dalam.
Aku tak perdulikan itu, aku hanya ingin makan. Aku masih lapar. Aku ingat masih ada satu bunkus biskuit TOP COKLAT di tas. Dan aku masih ada setengah botol air mineral. Tanpa pikir panjang, aku libas. Aku lapar........ Aku tak perdulikan sopir taksi yang hanya diam tak berbicara. Tak berbicara.
15 menit aku kira perjalanan itu, sampai di tempat yang aku tuju. Aku langsung menuju tempat makan langgananku. Beruntung tidak begitu ramai, jadi aku bisa langsung dapat pesananku. Makan dalam kondisi lapar adalah hal ternikmat yang mungkin tidak pernah kita pikirkan. Tapi seperti itu lah hidup. Kita lupa akan nikmat yang kita nikmati.
Berharap aku bisa di jemput kakak sepupuku karena tak ada angkot ke rumahku. Setelah aku telpon ternyata dia sedang di Sokaraja. Huft.......... Jadi aku duduk manis menunggu angkot datang. Seorang ibu-ibu duduk disampingku lalu menyapa. Ternyata dia adalah teman ibuku. Aku tak banyak ngobrol, hanya sesekali saja aku jawab pertanyaan tak penting darinya. Hatiku masih dongkol.
Cukup lama aku menunggu, sampai akhirnya aku bisa dapat angkot juga dan berangkat bersama ibu tadi. Aku masih tak banyak cakap. Perjalanan tidak lah lama, hanya beberapa menit saja. Aku sudah berencana untuk langsung tidur sesampai aku di rumah. Dan benar aku langsung tidur. Langsung tidur. Pukul 17.15 aku bangun. Itu pun setelah Bu Dhe ku membanunkanku. Katanya, Lala ( Keponakanku ) minta tolong diajarin PR. Ok, aku madi terlebih dahulu. Sedikit lupa aku dengan rasa marah di Dept. Store tadi, jadi aku coba untuk tersenyum. Tersenyum. Tersenyum. Tersenyum
Hidup itu harus dijalani dengan senyuman, dengan kesabaran dan rasa ikhlas. Semua tidak ada artinya apabila emosi kita lepas tanpa adanya kendali. Tak ada artinya.
Lalu, pasanglah status yang positif-positif, jangan tuliskan kalimat buruk lagi, agar tidak mendapatkan hal buruk sepanjang hari.
Ok, see U.........
0 komentar:
Posting Komentar
Welcome....