Sore ini aku terasa sangat lelah sekali. Latihan gerakan yang diulang-ulang dan itu sudah aku hafal dari sekitar enam bulan yang lalu. Tapi aku harus tetep sabar membimbing temen-temen yang emang belum pada bisa. Besok untuk hari kedua aku jadi MC lagi. Seneng pasti, secara aku bisa dapet fee, tapi yang lebih bikin aku seneng lagi adalah aku bisa terus bertemu orang-orang yang selalu jadi inspirasi aku buat jadi orang yang terus maju. Orang-orang yang bikin aku semangat buat ngejalanin hidup. Aku ingin jadi seperti mereka. Jadi seorang motivator dan inspirator.
Aku sudah lama percaya dengan mimpi. Bukan sejak aku nonton film Sang Pemimpi, bukan pula sejak aku liat Video Jejak-jejak mimpinya mas Danang, tapi jauh sejak aku merasakan apa yang dulu aku hayalkan bisa aku rasakan dalam kehidupan nyata. Ketika aku SD, aku ingin bisa jadi siswa terbaik, dan aku mendapatinya ketika lulus SD, aku bisa meraih nilai tertinggi, aku menang lomba Keteladanan, aku juga bisa ikut lomba-lomba baik akademik atau pun non akademik. Dan ketika SMP, aku berkhayal bisa tergabung dalam regu inti PRAMUKA sekolah, bisa jadi pengurus OSIS, bisa mewakili sekolah dalam lomba MIPA, tulisannya di muat di koran. Dan itu semua aku dapati dengan cukup memuaskan. STM, aku ingin kuliah di Bahasa Inggris, bisa jadi penyiar Radio, aktif di organisasi kampus, ngajar LES, dan aku pun kini merasakan itu semua. Kini aku masih punya banyak mimpi yang belum terwujud. Aku ingin ke Singapura, belajar di luar negeri, jadi trainer, jadi motivator, jadi public speaker, jadi dosen, pokoknya banyak lah.... - di buku DREAM BOOK -
Aku sangat yakin, kalau aku pasti bisa meraih apa yang sudah aku tuliskan. Kalau aku tulis di blog ini, pasti ngga akan muat. Mungkin. Hehehehehe......
Yang membuat aku semakin yakin, makin percaya adalah konsep asal usul nasib yang aku dapat ketika mengikuti training SMART yang diadakan rutin di kampusku. Jadi seperti ini, bahwa apa yang kita pikirkan itu akan mempengaruhi masa depan kita. Aku jadi ingat kalimat seperti ini : " Allah akan mengikuti prasangka Hambanya ". Sejak itulah aku selalu berpikir positif dalam menjalani hidup ini. Termasuk IP ku yang turun, aku tetep berpikir positif. Munkin, kalo IP ku tinggi, aku akan semakin sombong, padahal, Allah sangat melarang kita untuk berbuat sombong.
Ok, kita kembali ke Asal Usul Nasib jadi seperti ini :
THOUGHTS becomes WORDS
WORDS becomes ACTIONS
ACTIONS becomes HABITS
HABITS becomes CHARACTERS
CHARACTERS becomes DESTINY
Penjelasannya seperti ini : Apa yang kita pikirkan, harus kita tulis ( kita nyatakan dulu dengan kata-kata ) kemudian kata-kata itu kita action kan ( kita melakukan sesuatu yang sesuai dengan apa yang kita katakan ), apabila kata-kata itu sering kita lakukan maka lama kelamaan akan menjadi suatu kebiasaan ( habit ) nah kebiasaan ini lah yang akan menjadi karakter kita yang nantinya akan menjadi nasib kita. Seperti itu secara teorinya. Tapi, kebanyakan dari kita pasti selalu bekata : " Udah nasib nya kayak gini, mau gimana lagi... ".
Keliatan banget mudah nyerahnya. Ok, sebagai ciptaan Allah yang luar biasa, kita harus bisa berjuang untuk meraih apa yang kita impikan. Karena sejatinya, kita ini adalah seorang pejuang sejati. Dari ketika kita hanyalah sebuah sperma yang berlomba-lomba dengan sperma lain untuk bisa menembus sel telur, yang pada akhirnya hanya satu yang lolos ( yang berhasil membuahi ) sampai kita bisa seperti sekarang ini. Betapa hebatnya kita bisa mengalahkan ribuan sperma-sperma "saudara kita". Kalau ketika kita masih jadi sperma saja bisa, kenapa sekarang yang kita sudah berwujud manusia dewasa tidak bisa???
Jadi, marilah kita kembali berjuang untuk bisa meraih apa yang menjadi cita-cita kita. Maksudnya cita-cita kita msing-masing.
SEMANGATH!!!!!!!!!!!
Aku sudah lama percaya dengan mimpi. Bukan sejak aku nonton film Sang Pemimpi, bukan pula sejak aku liat Video Jejak-jejak mimpinya mas Danang, tapi jauh sejak aku merasakan apa yang dulu aku hayalkan bisa aku rasakan dalam kehidupan nyata. Ketika aku SD, aku ingin bisa jadi siswa terbaik, dan aku mendapatinya ketika lulus SD, aku bisa meraih nilai tertinggi, aku menang lomba Keteladanan, aku juga bisa ikut lomba-lomba baik akademik atau pun non akademik. Dan ketika SMP, aku berkhayal bisa tergabung dalam regu inti PRAMUKA sekolah, bisa jadi pengurus OSIS, bisa mewakili sekolah dalam lomba MIPA, tulisannya di muat di koran. Dan itu semua aku dapati dengan cukup memuaskan. STM, aku ingin kuliah di Bahasa Inggris, bisa jadi penyiar Radio, aktif di organisasi kampus, ngajar LES, dan aku pun kini merasakan itu semua. Kini aku masih punya banyak mimpi yang belum terwujud. Aku ingin ke Singapura, belajar di luar negeri, jadi trainer, jadi motivator, jadi public speaker, jadi dosen, pokoknya banyak lah.... - di buku DREAM BOOK -
Aku sangat yakin, kalau aku pasti bisa meraih apa yang sudah aku tuliskan. Kalau aku tulis di blog ini, pasti ngga akan muat. Mungkin. Hehehehehe......
Yang membuat aku semakin yakin, makin percaya adalah konsep asal usul nasib yang aku dapat ketika mengikuti training SMART yang diadakan rutin di kampusku. Jadi seperti ini, bahwa apa yang kita pikirkan itu akan mempengaruhi masa depan kita. Aku jadi ingat kalimat seperti ini : " Allah akan mengikuti prasangka Hambanya ". Sejak itulah aku selalu berpikir positif dalam menjalani hidup ini. Termasuk IP ku yang turun, aku tetep berpikir positif. Munkin, kalo IP ku tinggi, aku akan semakin sombong, padahal, Allah sangat melarang kita untuk berbuat sombong.
Ok, kita kembali ke Asal Usul Nasib jadi seperti ini :
THOUGHTS becomes WORDS
WORDS becomes ACTIONS
ACTIONS becomes HABITS
HABITS becomes CHARACTERS
CHARACTERS becomes DESTINY
Penjelasannya seperti ini : Apa yang kita pikirkan, harus kita tulis ( kita nyatakan dulu dengan kata-kata ) kemudian kata-kata itu kita action kan ( kita melakukan sesuatu yang sesuai dengan apa yang kita katakan ), apabila kata-kata itu sering kita lakukan maka lama kelamaan akan menjadi suatu kebiasaan ( habit ) nah kebiasaan ini lah yang akan menjadi karakter kita yang nantinya akan menjadi nasib kita. Seperti itu secara teorinya. Tapi, kebanyakan dari kita pasti selalu bekata : " Udah nasib nya kayak gini, mau gimana lagi... ".
Keliatan banget mudah nyerahnya. Ok, sebagai ciptaan Allah yang luar biasa, kita harus bisa berjuang untuk meraih apa yang kita impikan. Karena sejatinya, kita ini adalah seorang pejuang sejati. Dari ketika kita hanyalah sebuah sperma yang berlomba-lomba dengan sperma lain untuk bisa menembus sel telur, yang pada akhirnya hanya satu yang lolos ( yang berhasil membuahi ) sampai kita bisa seperti sekarang ini. Betapa hebatnya kita bisa mengalahkan ribuan sperma-sperma "saudara kita". Kalau ketika kita masih jadi sperma saja bisa, kenapa sekarang yang kita sudah berwujud manusia dewasa tidak bisa???
Jadi, marilah kita kembali berjuang untuk bisa meraih apa yang menjadi cita-cita kita. Maksudnya cita-cita kita msing-masing.
SEMANGATH!!!!!!!!!!!
0 komentar:
Posting Komentar
Welcome....